Mon. Oct 21st, 2019

Pembinaan Desa Wisata di Desa Pulau Tengah Jangkat Merangin

Inilahjambi – Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Provinsi Jambi kembali menggelar kegiatan Pembinaan Desa Wisata di Desa Pulau Tengah, Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin pada 6 Agustus 2019.M

Diketahui, Desa Pulau Tengah memiliki banyak destinasi wisata, salah satunya adalah Danau Pauh.
Danau ini berjarak lebih kurang dari 96 kilo meter dari Kota Bangko ibu Kabupaten Merangin.

Selain di Desa Pulau Tengah, kegiatan ini juga akan dilaksanakan di Desa Air Batu, Kecamatan Renah Pembarab, Kabupaten Merangin, pada 7 Agustus 2019.

Kepala Disbudpar Provinsi Jambi Ujang Hariadi yang diwaikili Kepala Bidang Pengembangan Destinasi, Sundari SE, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk mendukung program pengembangan destinsi pariwisata.

Kegiatan ini juga untuk memicu peningkatan peran serta masyarakat dalam pengembangan kemitraan pariwisata dalam memperkuat tata kelola dan pemberdayaan masyarakat di destinasi Pariwisata.

Baca juga : Disbudpar Provinsi Jambi Gelar Pembinaan Desa Wisata di Desa Air Batu Merangin

“Kegiatan ini penting agar dapat berdaya saing dengan destinasi daerah lain,” ujar Ujang Hariadi dalam sambutannya yang disampaikan Sundari SE.

Dipaparkan Sundari, kegiatan ini juga bertujuan memberikan pemahaman tentang pentingnya membentuk sebuah wadah yang dapat mengatur, menata dan memberdayakan masyarakat di sekitar daya tarik wisata.

“Agar lebih terarah dalam mengembangkan potensi-potensi pariwisata yang ada didaerahnya,” lanjut dia lagi

Hadir sebagai narasumber di kegiatan tersebut adalah praktisi pariwisata Ansori Purnomo dan Roy Maryadi.

Selain itu kegiatan ini juga dihadiri oleh kepala Desa Pulau Tengah, Kadisbudparpora Kabupaten Merangin yang diwakili oleh kepala bidang pariwisata.

Lebih lanjut dipaparkan Sundari,  kegiatan ini diharapkan dapat memujudkan penataan dan pengelolaan desa wisata yang berbasis masyarakat yang berkelanjutan, sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat melalui produk dan jasa yang dihasilkan di desa wisata seperti home stay, usaha kuliner, cinderamata, pemandu wisata dan lain sebagainya.

“Kemudian diharapkan terwujudnya kemampuan masyarakat setempat untuk memelihara, menggali, mengembangkan keanekaragaman seni budaya. Ini berguna bagi kelengkapan atraksi wisata yang dapat dinikmati oleh pengunjung dan tersedianya makanan khas daerah dari bahan bahan yang ada di desa tersebut,” ujar Kadis lagi.

Praktisi Pariwisata dari Padmasana Indonesia Roy Maryadi, dalam makalahnya menyebutkan, desa wisata adalah komunitas atau masyarakat yang terdiri dari para penduduk suatu wilayah terbatas yang bisa saling berinteraksi secara langsung dibawah sebuah pengelolaan dan memiliki kepedulian serta kesadaran untuk berperan bersama sesuai ketrampilan dan kemampuan masing-masing memberdayakan potensi secara kondusif. Makalah lengkap diunduh disini

Sementara itu Ansori Purnomo menjelaskan tujuan pembentukan kelompok sadar wisata (pokdarwis) yakni untuk meningkatkan posisi dan peran masyarakat sebagai subjek atau pelaku penting dalam pembangunan kepariwisataan, serta dpt bersinergi dan bermitra dg pemangku kepentingan terkait dalam meningkatkan kualitas perkembangan kepariwisataan di daerah.

“Membangun dan menumbuhkan sikap dan dukungan positif masyarakat sebagai tuan rumah melalui perwujudan nilai sapta pesona bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwistaan di daerah dan manfaatnya bagi pembangunan daerah maupun kesejahteraan rakyat;
Memperkenalkan, melestarikan dan memanfaatkan potensi daya tarik wisata yang ada di masing-masing daerah,” pungkasnya. Malakah lengkap dapat diunduh disini

 

Unduh juga Perkembangan Pariwisata Jambi dan Permasalahannya

 

 

 

 

 

 

 

Sudah dibagikan