Pemkab Merangin Studi Tiru ke Pagar Alam

Pemkab Merangin Studi Tiru ke Pagar Alam


Inilah Jambi – Pemkab Merangin melakukan studi tiru ke Pemkot Pagar Alam Provinsi Sumatera Selatan, terkait pengembangan potensi pertanian dan pariwisata. Kunjungan kerja Plt Bupati Merangin Mashuri itu didampingi sejumlah pejabat, Kamis (5/11).
Para pejabat yang mendampingi Mashuri, Asisten I Setda Merangin, dua orang Staf Ahli, Kadis  Tanaman Pangan dan Holtikultura, Kadis Parpora, Kadis Peternakan dan Perkebunan, Kadis Ketahanan Pangan dan Kadis Dukcapil.
Selain itu juga turut hadir, Kadis Perpustakaan dan Arsip, Kadis Dukcapil, Kaban Pemberdayaan Perempuan Keluarga Berencana dan Perlindungan Anak dan Kabid Holtikultura.
‘’Kunjungan kerja dan studi tiru ini, guna mengoptimalisasikan kinerja dan pola kerja dalam mendukung visi dan misi  Pemkab  Merangin. Ahlamdulillah kami disambut baik oleh Sekda Kota Pagar Alam Samsul Bahri Burlian dan jajarannya,’’ujar Mashuri.
Dikatakan Plt bupati, Pemkab Merangin ingin lebih belajar mengenai pengelolaan pertanian dan pariwisata dengan Kota Pagar Alam, yang dianggap lebih dulu maju dari Kabupaten Merangin.
Pada kesempatan itu, Plt bupati bersama rombongan diajak melihat langsung pengeloaan pertanian dan pariwisata di Kota Pagar Alam. Berbagai masukan muncul terkait pengembangan potensi pertanian dan pariwisata itu.
‘’Selain itu kita juga membahas tentang Dukcapil, terkait status warga pagar alam yang berada di Sungai Tebal Merangin. Kita ingin Pejabat Pemkot Pagar Alam ini turun ke lapangan memantau kondisi  penduduknya di Kabupaten Merangin,’’ harap Plt Bupati.

Baca juga:

 

Al Haris Tegaskan Tak Ada Penyimpangan Dana Covid-19 di Merangin

Baca juga:

Inilah Jambi – Anggaran penanganan Covid-19 di Kabupaten Merangin, telah digunakan sebagaimana mestinya dan tidak ada penyimpangan sedikitpun, terkait penggunaan dana tersebut.

Hal ini ditegaskan Bupati Merangin Al Haris, pada rapat koordinasi (rakor) antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama seluruh kepala daerah dan ketua DPRD se-Provinsi Jambi, Jumat 15 Mei 2020.

Rakor pencegahan korupsi terintegrasi dalam pelaksanaan program penanganan Covid-19, melalui media vidcom dengan Aplikasi Zoom Meeting itu, juga diikuti Gubernur Jambi Fachrori Umar.

‘’Penanganan Covid-19, ditahap pertama hasil refocusing, dengan arahan Pak Mendagri sudah mengaggarkan dana Rp 27,7 miliar ditambah Rp 1 miliar dari ABPD Murni 2020,’’ lapor Bupati dari Aula Bappeda Merangin.

Dana itu jelas bupati, sudah digunakan sebagaimana mestinya, termasuk penanganan Covid 19 pada bidang kesehatan, ekonomi dan bidang-bidang lainnya secara terpadu.

Selain itu lanjut bupati, juga sudah dialokasikan dana desa, untuk program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLD-DD) yang sudah disalurkan oleh desa masing-masing ke warga miskin dan warga ekoniminya ambles dampak Covid-19.

‘’Melalui APBD Merangin 2020 juga sudah disalurkan bantuan buat warga miskin dan warga ekonominya ambles dampak Covid-19, sebanyak 10.310 KK yang difokuskan untuk 10 kelurahan, karena desa sudah ada dananya,’’ terang Bupati.

Semua program bantuan itu lapor bupati, sudah diberikan kepada warga miskin dan warga ekonominya ambles dampak Covid-19, tanpa terjadi tumpang tindih. Artinya setiap warga hanya menerima dari satu program bantuan saja.

‘’Bila masa wabah Corona sampai berkepanjangan, tapi kita sama-sama berdoa semoga cepat berakhir, Pemkab Merangin pada hasil refocusing dua, telah mencadangkan dana sebesar Rp 40 miliar,’’jelas Bupati.

Pemkab Merangin juga telah membuka Posko Pengaduan di Dinas Sosial Merangin, guna melayani warga miskin dan warga terdampak Covid-19 yang belum terdata untuk mendapatkan bantuan.

‘’Saya tidak ingin ada warga kami yang tidak makan karena dampak Covid-19. Mungkin waktu pendataan dilakukan mereka berada di kebun, sehingga jadi tidak terdata, untuk itu warga yang belum terdata bisa lapor ke Posko,’’ jelas Bupati.

Lihat juga:

(rdc/hms)
Bagikan
HOT NEWS