Pemkab Tanjab Timur akan Kelola Pulau Berhala Bersama Lingga

Pesan Oleh Oleh Khas Dari Jambi

Pesan Oleh Oleh Khas Dari Jambi

Pemkab Tanjab Timur akan Kelola Pulau Berhala Bersama Lingga


Inilah Jambi – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur akan melakukan pengelolaan Pulau Berhala sebagai objek wisata bersama Kabupaten Lingga yang secara de facto dan de jure kini telah menjadi pemilik pulau itu di bawah administrasi Provinsi Kepulauan Riau.

Pola kerjasama pengelolaan pulau ekostis di Pesisir Timur Jambi itu akan diserahkan kepada pihak ketiga (investor). Saat ini. progres kerjasama sudah pada penandatanganan nota persetujuan (Memorandum of Agreement) antara Pemkab Tanjung Jabung Timur dengan Pemkab Lingga.

“Hari ini 20 November akan diteken Nota Persetujuan (MoA) pengelolaan Pulau Berhala antara Tanjab Timur dengan Lingga,” kata Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur Robby Nahliyansyah pekan lalu.

Robby kepada Inilahjambi dalam bincang santai di Pulau Berhala, pekan lalu itu memaparkan, dia optimistis kerjasama itu akan saling menguntungkan ke tiga pihak.

“Jadi kita akan bagi hasil. Investor biasanya akan memeroleh 60 persen. Sisanya akan dibagi dua kepada Tanjab Timur dan Lingga. Mengapa investor lebih besar? Sebab mereka yang akan membangun fasilitas wisata disana,” kata Robby.

Kontribusi Pemkab Tanjung Jabung Timur dalam pengelolaan itu adalah akses laut dan fasilitas lain menuju pulau tersebut. Selain itu, di pulau tersebut telah terdapat aset Pemerintah Provinsi Jambi yang dibangun berupa rumah rehat atau home stay

“Tanjung Jabung Timur secara geografis lebih diuntungkan dengan aksesnya ke Pulau Berhala, termasuk pemandangan alamnya yang semua menghadap ke Jambi (Tanjab Timur). Selama ini para pengunjung yang hendak ke pulau itu selalu melalui Nipahpanjang, ” ujar Robby.

Apa alasan logis Pemkab Lingga membuat kesepakatan pengelolaan itu?

Menurut Robby, Lingga dan Tanjab Timur selama ini sebenarnya telah melakukan pola kerjasama yang tidak tercatat resmi. Hubungan Lingga dan Tanjab Timur dilakukan dalam kerjasama perdagangan dan transportasi laut. Hampir sebagian besar kebutuhan pangan, termasuk beras dan lainnya didatangkan dari Tanjab Timur.

Baca juga:

“Tanjab Timur selama ini jadi penyuplai terbesar hasil pertanian seperti beras ke Lingga, melalui Dabo Singkep. Ini belum ada data resminya tercatat. Tapi ini fakta. Jalur laut ke Dabo Singkep lebih dekat dan lebih aman dari Tanjab Timur daripada dari Lingga termasuk ke Pulau Berhala. Jadi masuk akal dan mungkin kalau Lingga sepakat Pulau Berhala dikelola bersama Tanjab Timur. Lagi pula, di Provinsi Kepulauan Riau, termasuk Lingga terdapat 200 pulau-pulau kecil yang belum terkelola secara maksimal,” terang Wabup.

Sebagai bentuk keseriusan Lingga mengelola Pulau Berhala bersama Tanjab Timur, kata Robby, pemerintah setempat telah menganggarkan Rp 10 Milyar dari APBD untuk perbaikan fasilitas mereka di pulau tersebut.

“Lingga sudah anggarkan Rp 10 Milyar. Tanjab Timur juga akan anggarkan untuk fasilitas ke pulau itu dari APBD. Tapi tentu saja infrastruktur yang berada dalam administrasi Tanjab Timur. Sebab kita tidak boleh menganggarkan pembangunan untuk dibangun di daerah lain,” kata Robby.

Saat ini, kata Robby, Pemkab Tanjung Jabung Timur sudah melakukan komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Jambi terkait pengelolaan aset di Pulau Berhala. Pihaknya berharap pola kerjasama melalui Dinas Pariwisata Provinsi Jambi.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jambi Ujang Hariadi mengaku pihaknya mendukung kerjasama tersebut. Dengan adanya kerjasama tersebut diharapkan kunjungan ke Pulau Berhala akan meningkat.

“Selama ini Pulau Berhala menjadi salah satu destinasi pavorit orang Jambi. Bahkan juga orang luar Jambi. Dengan kerjasama ini. Diharapkan kunjungan wisatawan. Khususnya yang masuk melalui Jambi akan terus meningkat,” kata Ujang Hariadi.

Pengelola aset Pemprov Jambi di Pulau Berhala, Edi, mengaku, kunjungan wisatawan lokal ke pulau tersebut dalam satu tahun belakangan ini justru meningkat.

Menurut dia , hingga akhir Desember 2017 ini penginapan di pulau itu, termasuk paket transportasi laut (speed boat) sudah dibooking.

Desember ini, manajemen Inul Vista se Indonesia akan berkunjung ke Berhala. Mereka sudah booking tempat dan speed boat. Mereka akan masuk melalui Nipahpanjang,” katanya.

Edi bahkan memaparkan, untuk menambah daya tarik wisatawan, pihaknya akan membuat penangkaran penyu di pulau itu.

“Saya sudah dapat anakan penyu yang akan ditangkar. Nantinya. Setiap wisatawan dapat ikut serta melepaskan penyu yang sudah besar ke laut lepas, dengan membayar uang pemeliharaan. Ini bagian dari pelestarian penyu sekaligus daya tarik tersendiri di pulau ini nantinya,” tutup Edi

(Nurul Fahmy)

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Berikan informasi ini sebagai inspirasi dan insight ke sesama.
SOROTAN