Pengrajin Beduk Usaha Mulia Milik Ngadirun Perlu Perhatian

Inilah Jambi

Inilah Jambi

Bagikan:

Pengrajin Beduk Usaha Mulia Milik Ngadirun Perlu Perhatian


Inilah Jambi – Usaha pembuatan beduk merupakan usaha mulia. Kenapa tidak? Karena beduk adalah merupakan alat yang dipergunakan untuk memberikan tanda masuknya waktu salat bagi umat Islam seantero dunia.

Di Kabupaten Batanghari, satu-satunya usaha pembuatan beduk ini, hanya ada di Pal 15 Lintas Muara Tembesi-Sarolangun Rt 05 Gentara Alam Simpang Karmeo Kecamatan Batin XXIV, yakni Usaha Beduk Ngadirun.

Kepada Inilahjambi, Ngadirun (40) asli Purwerejo Jawa Tengah ini, Minggu 23 September 2018, mengatakan usaha beduk ini pertama kali dirintis oleh almarhum bapaknya, Hamdan Dahlan Fitra, sejak 1970 silam.

” Ya, usaha ini almarhum bapak yang merintis. Namun pada 1977, bapak meninggal dan usaha ini sempat terhenti.” kata Ngadirun.

Kemudian pada awal 2003, Ngadirun melanjutkan usaha pembuatan beduk ini dengan modal yang minim namun dengan semangat dan tekad yang besar.

“Alhamdulillah, usaha saya ini, sangat diminati sampai ke luar Batanghari seperti Medan, Bengkulu, Lampung serta beberapa tempat di Pulau Jawa.” kata Ngadirun.

Di samping untuk masjid, beduk buatan Ngadirun yang dibuat dari Kayu Tenggris dari hutan Pauh, Sarolangun ini, juga banyak dipesan untuk acara pembukaan MTQ.

“Beberapa waktu yang lalu, beduk saya dipesan sebanyak 20 buah untuk pembukaan MTQ di Bengkulu. Mereka memesan 6 bulan sebelum acara. Untuk mengejar target, saya menambah tenaga kerja untuk menyelesaikan pesanan,” kata Ngadirun lagi.

Untuk kulit beduk, Ngadirun membeli dari penjual di Desa Selat Pemayung dan Muara Bulian. Kulit yang dipakai adalah kulit sapi.

“Bahan dasar kulit sapi yang dibeli adalah kulit sapi basah. Proses pengeringannya dilakukan sendiri,” kata suami dari Rubina ini yang sudah mempunyai 3 orang anak.

Ngadirun yang juga mempunyai sedikit tanah dari hasil jualan beduk ini, serta ditanami karet untuk menambah biaya hidup keluarga, menjual beduk buatannya dengan kisaran 2-4 Juta.

“Saya jual 2 sampai 4 juta. Tergantung besar kecilnya beduk,” tambahnya lagi.

Pekerjaan yang digelutinya serta mempunyai anak buah sebanyak 5 orang ini, sangatlah membutuhkan bantuan modal dari Pemkab Batanghari maupun Provinsi Jambi dengan harapan dapat meningkatkan mutu dari beduk itu sendiri.

“Sampai sekarang, saya sangat membutuhkan bantuan modal untuk peningkatan mutu beduk Ini dari pemerintah, baik Pemkab Batanghari maupun Pemrov Jambi,” ungkapnya.

Ketika ditanya apakah ada instansi terkait seperti Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian Perdagangan Kabupaten Batanghari berkunjung ke tempat usahanya, Ngadirun mengatakan tidak ada.

“Dak ada, Mas. Padahal untuk usaha kecil seperti kami, sangat ingin diperhatikan pemerintah,” pungkas Ngadirun.

Baca juga:

 

(Ade Ambon)

Bagikan:
SOROTAN