Sat. May 25th, 2019

‘Perang’ Mahfud MD dan Said Didu di Twitter, Sampai Ajak Ketemuan

Teks Sumber : Suara.com

Inilahjambi – Eks Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD dan mantan Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Mohammad Said Didu terlibat ‘perang’ di jejaring sosial Twitter.

Baca lagi : Trans Jawa Banjir, Kubu Prabowo: Tol Laut Jokowi Akhirnya Terwujud

Perang ini pecah karena Mahfud MD dan Said Didu diketahui berada di dua kubu yang saling berlawanan. Eits, bukan kubu pilpres, melainkan kubu Manchester United dan Manchester City.

Seperti diketahui, Mahfud MD dikenal sebagai pendukung dari klub Liga Inggris, Manchester United. Sementara, Said Didu mendukung rival sekotanya, Manchester City.

Twitwar itu berawal dari kicauan Mahfud MD yang menanggapi kemenangan dramatis Manchester United atas Paris Saint-Germain (PSG) 1-3 dalam leg ke-dua Liga Champions.

Mulanya, Mahfud MD disapa seorang warga Twitter setelah kemenangan tersebut. Mahfud MD, dalam kicauan balasannya, malah minta Sad Dido di-mention terkait laga itu.

Mahfud MD bilang tak ada cuitan dari Said Didu gara-gara terpukau dengan drama kemenangan skuat asuhan Ole Gunnar Solksjaer tersebut.

“Bung Fahmi, semangat kita sama. Eh, kok tak dimention kepada Pak @saididu? Rikuh, ya? Pak @saididu itu biasanya sebelum subuh sudah “cuit ini” dan “cuit itu”. Pagi ini belum ada satu pun cuitannya. Tak tahunya, masih terpukau pada drama kemenangan MU. Ole ole ole, Gunnar Solksjaer,” kicau Mahfud MD menggunakan akun @mohmahfudmd.

Cuitan tersebut dibalas oleh Said Didu melalui akun Twitter miliknya, @saiddidu, “Hadeeerrrrrrr.”

Kemudian, Mahfud MD memanas-manasi Said Didu di kicauan berikutnya. Kali ini, dia mengunggah foto dirinya dengan Said Didu. Kedua memegang jersey Manchester United. Said Didu ketika itu mengenakan jerset Manchester City.

Mahfud MD meledek Said Didu tak bisa menolak fakta dan mengakui kehebatan Manchester United.

“Ole ole ole ole Gunnar Solksjaer. Akhirnya tidak bisa menolak fakta, Pak @saididu mengakui kemenangan MU. Sebenarnya sudah lama sih dia mengakui kehebatan MU. Buktinya, sebelum MU bertanding dia sudah mengibarkan kaus MU dengan penuh ta’dzim,”kicau Mahfud MD.

Ledekan Mahfud MD tersebut dibalas oleh Said Didu. Dia menyindir balik bahwa Mahfud MD mengakui bahwa mengganti pelatih dengan Ole Gunnar Solskjaer memperbaiki kinerja MU.

Diskusi tak sampai di situ. Said Didu awalnya menanggapi kicauan Hidayat Nur Wahid yang mengomentari fotonya ketika naik ambulans bersama Rocky Gerung.

“He he he. Tapi ini apa bagian dari jurusnya Pe p& the Citizen yang sukses bangkit dan sekarang puncaki EPL? Semoga sukses program menangkan akal sehat, untuk Indonesia Sehat,” cuit Hidayat Nur Wahid menggunakan akun @hnurwahid.

Said Didu membalasnya, “Ini termasuk contoh strategi City.”

Ternyata, Mahfud MD ikut numbrung mengomentari balasan Said Didu tersebut dengan ajakan untuk bertemu dan ngopi.

“Pak @saididu sudah terlalu jauh mencampuraduk strategi dan taktik. Bagaimana kalau kita ngopi dulu minggu depan Pak @saididu?” kicau Mahfud MD.

Said Didu menerima ajakan. Tapi ada syaratnya. Mereka harus datang mengenakan jersey masing-masing.

“Siaapppp – tapi pakai jersey masing-masing,” cuit Said Didu.

Mahfud MD kemudian mengomentari salah satu dari artikel daring yang memberitakan ‘perang’ dirinya dengan Said Didu soal rivalitas Manchester United dan Manchester City.

“Pokoknya kalau perang soal MU dan Man. City akan jadi perang tanpa akhir antara saya dan @saididu,” kicau Mahfud MD.

Pun Said Didu membalas cuitan tersebut. Dia membantah hal tersebut disebut perang. Dia menyebut Mahfud MD saat ini berada di jalan sesat dalam memilih bola.

“Bukan perang, itu cara saya mengingatkan dan menyelamatkan Prof @mohmahfudmd bhw beliau saat ini berada di jalan sesat dalam memilih klub bola. Jalannya sih jalan lurus tapi di depannya sudah jelas adalah jurang,” kicau Said Didu.

Enggan kalah, Mahfud MD pun berkicau, “Di depan pendukung MU yang jalannya lurus mungkin saja ada jurang. Tetapi di tepi-tepi pendukung City yang jalannya tak lurus juga banyak jurang. Bagus mana berada di belakang jurang atau di tepi jurang? Pak @saididu tidak bisa menjawab?”

Melihat perdebatan tersebut, warganet menanggapinya dengan bahagia. Mereka menilai ternyata sepak bola bisa menyatukan di situasi panas menjelang pemilihan presiden ini.

Baca lagi1.600 WNA Punya e-KTP, Hanya 103 Orang Diverifikasi Ulang

“Ternyata bola bisa menyatukan,” kicau akun @Iswanto_celvin.

Akun @AjisAjisridwan melontarkan kicauan senada, “Indahnya persahabatan walau beda pilihan. Hanya orang-orang cerdas mandiri.”

Sudah dibagikan