Sel. Des 18th, 2018

Polisi Kesulitan Lacak Kelompok Teror Bersenjata di Papua

Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi PrasetyoKaropenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo/kumparan

Inilahjambi – Pasukan gabungan TNI-Polri masih melakukan pengejaran dan pembebasan 15 orang pekerja PT Istaka Karya yang disandera kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua yang mengatasnamakan Gerakan Separatis Papua Bersenjata (GSPB).

Namun, polisi mengalami sejumlah kendala, salah satunya sulitnya sinyal di lokasi penembakan yang menewaskan 31 pekerja lainnya.

Baca juga: Rayakan Papua Merdeka di Surabaya, Ratusan Mahasiswa yang Bawa Bendera Bintang Kejora Dibebaskan

“Di lokasi adalah blank spot, area tidak ada signal jadi tidak bisa komunikasi,” kata Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo dikutip kumparan, Selasa 4 Desember 2018.

Meski begitu, Dedi menyerahkan ke pemerintah pusat tepatnya Kementerian PUPR terkait pembangunan jembatan Habema-Mugi yang digarap PT Istaka Karya dan merupakan proyek Trans Papua.

“Mungkin (bisa ditanya) ke Kementerian PUPR,” ujar dia.

Sebelumnya, Polda Papua menyebut ada 31 pekerja lain yang disandera sejak Sabtu 1 Desember 2018 lalu, yang kemudian ditembak mati oleh KKB.

Baca juga: 

Teror Bersenjata di Papua, 31 Pekerja Tewas Ditembak

Sudah dibagikan