Sel. Des 18th, 2018

Rayakan Papua Merdeka di Surabaya, Ratusan Mahasiswa yang Bawa Bendera Bintang Kejora Dibebaskan

Puluhan orang yang tergabung dalam Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) dan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) memperingati 49 tahun Penentuan Pendapat Rakyat atau Pepera di seberang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 2 Agustus 2018. Pepera 1969 menghimpun pendapat perwakilan masyarakat Papua Barat untuk bergabung dengan Republik Indonesia atau merdeka. TEMPO

Inilahjambi – Sebanyak 233 mahasiswa Papua diperiksa selama kurang lebih 18 jam, di Mapolrestabes Surabaya.

Mereka diamankan setelah berdemo di Jalan Pemuda merayakan Hari Kemerdekaan Papua Barat di Jalan Pemuda, Sabtu 1 Desember 2018 kemarin. Namun tidak lama mereka dibebaskan.

Dalam orasinya, mereka menuntut agar rakyat Papua diberi kehendak bebas untuk menentukan nasibnya. Para mahasiswa ini juga sempat membawa atribut Bintang Kejora saat melakukan aksi.

Baca juga: Teror Bersenjata di Papua, 31 Pekerja Tewas Ditembak

“Kami melepas ratusan mahasiswa ini untuk kembali ke asrama. Mereka kami kawal dan kami bawa dengan kendaraan polisi,” kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan kepada wartawan, Minggu 2 Desember 2018..

Polri menegaskan tak ada penangkapan dalam pemeriksaan terhadap mahasiswa Papua di Surabaya. Polri menyatakan bahwa mahasiswa diamankan dari asrama di Surabaya untuk menghindari dari amukan massa.

“Polrestabes dan Polda Jawa Timur tidak melakukan penangkapan. Hanya melakukan pengamanan untuk mencegah rekan mahasiswa dari Papua yang dihadang oleh masyarakat setempat,” ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Syahar Diantono di Mabes Polri, Senin 3 Desember 2018.

Syahar mengatakan usai mahasiswa diamankan, mereka langsung dipulangkan ke daerah masing-masing. Polrestabes Suarabaya juga mengimbau kepada warga Papua yang ada di Surabaya yang sudah tidak menempuh pendidikan atau bekerja untuk pulang ke Papua, hal itu untuk menghindari bentrok Dengan massa dari Ormas di Surabaya.

Lihat juga: 

Pentingkah RUU Terorisme Diperbaharui?

“Jadi, kalau ada kabar penangkapan mahasiswa Papua, Polda Jawa timur menyatakan bahwa itu tidak benar. Sekarang semua sudah dipulangkan,” kata Syahar.

 

Sudah dibagikan