Rekapitulasi Rencana Pembangunan Infrastruktur Kerinci Bocor, Pembagian Tidak Merata?

Inilahjambi – Pembangunan di Kerinci tidak merata. Hal itu diketahui pasca rekapitulasi pembangunan lnfrastruktur Dinas PUPR Kerinci tahun anggaran 2020 bocor ke publik.

Bocornya rekapitulasi rencana Pembangunan infrastruktur tersebut beredar di media sosial.

Dalam selebaran rekapitulasi Pembangunan infrastruktur tersebut, terdapat sejumlah catatan penting yang berupa pembagian pembangunan sejumlah proyek yang terbagi dalam 16 kecamatan di Kabupaten Kerinci untuk tahun 2020.

Baca juga: Begini Kriteria Ideal Gubernur Jambi yang Diinginkan Publik Menurut Pengama

Parahnya jumlah anggaran Dinas PUPR Kerinci sejumlah Rp. 173.889.400.750,- dari jumlah tersebut, Kecamatan Siulak mendapat anggaran paling dominan dibanding dengan kecamatan lainnya.

Anggaran untuk Kerinci Mudik mencapai angka Rp74 M. Adapun rincian yakni, Kecamatan Siulak Rp49,6 M, Kecamatan Siulak Mukai Rp4,9 M, Gunung Kerinci Rp 16,1 M, Gunung Tujuh Rp 1,1 M, Kayu Aro Rp5,1 M, Kayu Aro Barat Rp1,6 M.

Sementara untuk Kerinci Tengah sebanyak Rl51 M. Air Hangat Rp 1,6M, Air Hangat Timur  Rl1,5 M, Air Hangat Barat Rp 8,6M, Depati Tujuh Rp39,4M.

Kemudian untuk Kerinci Hilir hanya Rp44 M. Kecamatan Setinjau Laut Rp1,1M, Danau Kerinci Rp25 M, Bukit Kerman Rp 1,2 M, Keliling Danau Rp3,8M, Gunung Raya.Rp 6,1M, dan Batang Merangin Rp 6,8M.

“Kok anggaranya banyak untuk daerah (Kecamatan) Siulak, ini tidak adil. Bahkan sudah tidak sesuai dengan slogannya Adirozal – Ami, Kerinci Lebih Baik dan Berkeadilan. Ternyata itu hanya slogan semata,” ungkap Ari Warga Kerinci kepada wartawan, Sabtu 18 Januari 2020.

Senada, aktivis Kerinci, Salimin menilai rencana pembangunan Kerinci tidak merata dan ini berpotensi menimbulkan masalah dikemudian hari.

“Serapan APBD tahun anggaran 2020 harus merata sehingga bisa dirasakan seluruh masyarakat Kabupaten Kerinci, jangan hanya wilayah mudik saja yang diprioritaskan. Apalagi di tanah kelahiran Bupati Adirozal (Kecamatan Siulak) yang besar. Itu sudah tidak mencerminkan Kerinci Lebih Baik dan Berkeadilan,” katanya

Dikatakannya, pembagian pembangunan infrastruktur tahun anggaran 2020 harus merata pembagiannya di seluruh daerah Kabupaten Kerinci, jangan yang diprioritaskan hanya Kerinci Mudik saja.

“Pemerintah harus adil, setiap Dapil harus ada pembangunan yang disesuaikan kebutuhan dan skala prioritas,” katanya

Adil menurut Salimin, program pemerintah harus berdasarkan tingkat kebutuhan masyarakat, luas wilayah dan jumlah penduduk.

“Kemudian, program 2020 harus berjalan sesuai visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati dengan memperhatikan Kerinci yang berkeadilan. Kalau masih terjadi ketimpangan-ketimpangan seperti ini, maka Kerinci Berkeadilan jauh panggang dari pada api, dan hanya janji-janji kampanye saja,” tegasnya.

Sampai berita ini diturunkan, inilajambi belum berhasil mendapatkan konfirmasi dari pihak terkait di Kerinci.

 

(Idp)

HOT NEWS