Fri. Mar 22nd, 2019

Sadis! Diracun Istri, Dipukul dan Dicekik Anak Anaknya, Pria di Aceh Tewas dan Dibuang ke Jurang…

Jasad korban terbungkus kain kafan ditemukan polisi di dalam jurang. (foto: kabaraceh)

Inilahjambi – Seorang pria ditemukan hanya tinggal tulang-belulang setelah dibunuh 3 bulan lalu oleh istri dan anak-anaknya sampai tewas.

Pembunuhan sadis ini terjadi di Aceh pada September 2018 lalu dan baru terungkap pada 7 Januari 2019.

Korban atas nama Ridwansyah (50). Sang istri, AM (46) yang meracun suaminya iti, anak-anaknya kemudian mencekik, dan memukuli ayah mereka yang tengah sekarat itu sampai tewas. Jasadnya kemudian dibuang ke jurang.

Baca juga : Ini Profil Putri Indonesia Asal Jambi Maulia Lestari yang Mirip Ariel Tatum

Medansatu.com, menuliskan, seluruh pelaku saat ini telah ditangkap. Yang pertama ditangkap adalah istri dan salah satu anak korban, yakni AM (45) dan YH (26).

Sementara dua anak korban lainnya, S (25) dan H (17), ditangkap pada 9 Januari 2019. Keduanya ditangkap di rumahnya, Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut).
Ditreskrimum Polda Aceh, Kombes

Agus Sarjito, mengatakan, kasus ini terungkap saat seorang perempuan yang jadi saksi kunci kasus ini melapor ke polisi bahwa telah terjadi pembunuhan pada September 2018 lalu.

Laporan itu diterima personel Polres Aceh Tengah pada Senin sore 7 Januari 2019. Setelah mendapat informasi, Kasat Reskrim Polres Aceh Tengah beserta tim identifikasi bergerak ke lokasi tempat Ridwan dibuang di Desa Bur Lintang, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah.

Lihat: Oknum Pol PP di Tebo Kedapatan Nyabu di Toilet Kantor oleh Bosnya, Lajuu…

Di sana, polisi menemukan jasad korban dibalut dengan kain dan diikat. Setelah dibuka, kasad korban Ridwan tinggal tulang belulang. Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara.

“Kondisi korban tinggal kerangka,” jelas Agus.

Polisi kemudian membagi dua tim, yaitu untuk mengevakuasi korban dan memburu pelaku. Tak lama berselang, polisi menciduk anak korban, YH. Saat diperiksa, YH mengaku membunuh korban dibantu ibunya, AM, serta dua saudaranya, Sul dan Hab.

Sementara itu, istri korban dibekuk di rumahnya tanpa perlawanan.

“Motif pembunuhan karena sakit hati ibunya sering dipukuli oleh korban dan mereka tidak tega ibunya sering dianiaya oleh korban,” ungkapnya.

 

 

Sudah dibagikan