Sakaratul Maut itu Mengerikan!

Inilahjambi – Sakaratul maut adalah saat-saat dimana kita menghembuskan nafas terakhir, nyawa manusia dicabut oleh malaikat yang bernama Izroil. Ada yang mengalami sakaratul maut dengan mudahnya, namun ada pula yang sebaliknya. Suatu ketika, Malaikat maut Izroil yang sudah bersahabat lama dengan Nabi Idris meminta izin kepada Allah untuk turun ke bumi agar dapat menjumpai Nabi Idris. Dia merasa sangat rindu kepada Nabi Idris. Lalu Allah pun mengizinkan.

Malam itu, Nabi Idris kedatangan seorang pria yang membawa banyak sekali buah-buahan. Sosok pria itu adalah Malaikat Izroil yang sedang menyamar. Namun Nabi Idris tidak mengetahuinya.

Nabi Idris menawarkan makanan itu kepada Izroil namun ditolaknya. Setelah itu, tak beberapa lama kemudian mereka berbincang-bincang dan berjalan keluar melihat pemandangan sekitar. Waktu terus berlalu, sudah empat hari mereka bersama. Karena sudah beberapa hari bersamaa, Nabi Idris mulai curiga dengan gerak gerik sosok pria tersebut yang tak lain adalah malaikat Izroil. Karena rasa penasaran yang tinggi akhirnya Nabi Idris pun bertanya.

Nabi Idris: Ya Tuanku. Siapa sebenarnya Anda?

Malaikat Izroil: Maaf Ya Nabi Allah, Saya sebenarnya adalah Izroil.

Nabi Idris: Malaikat Izroil? Kau kah itu? Sang Pencabut Nyawa?

Malaikat Izroil: Benar, ya Idris.

Nabi Idris: Sudah empat hari Engkau bersama denganku. apakah Engkau juga menunaikan tugasmu dalam mencabut nyawa makhluk-makhluk di dunia ini?

Malaikat Izroil: Wahai Idris, selama empat hari ini banyak sekali nyawa yang telah saya cabut. Roh makhluk-makhluk itu bagaikan hidangan di hadapanku, aku ambil mereka bagaikan seseorang sedang menyuap-nyuap makanan.

Nabi Idris: Wahai Malaikat Izroil. Lantas apa maksud kedatangan Engaku kemari? Adakah Engaku ingin mencabut nyawaku?

Malaikat Izroil: Tidak Idris. Saya datang memang utuk mengunjungimu, karena Saya rindu dan Allah mengizinkan Saya.

Nabi Idris: Wahai Izroil. Saya punya satu permintaan dan tolong kabulkan. Tolong cabut nyawa Saya. Dan minta izin ke Allah untuk mengembalikan nyawa Saya. Saya hanya ingin merasakan sakaratul maut yang banyak orang katakan sangat dahsyat.

Malaikat Izroil: Sesungguhnya Saya tidaklah mencabut nyawa seseorang pun, melainkan hanya dengan izin Allah.

Setelah itu Allah mengabulkan permohonan Sang Nabi dan Malaikat Izroil pun mencabut nyawa Nabi Idris saat itu juga. Malaikat Izroil menangis melihat sahabatnya merasakan kesakitan. Kemudian setelah kematian itu, Allah menghidupkan kembali Nabi Idris.

Setelah kembali hidup Nabi Idris menangis tersedu-sedu. Dia tidak bisa membayangkan jika manusia-manusia lain mengalami sakaratul maut dengan kedahsyatan yang sama. Nabi Idris merasa tidak tega jika ada umatnya yang harus sengsara di ujung hidup dan mati. Sejak saat itu, Nabi Idris lebih bersemangat untuk mengingatkan dan mengajak umatnya untuk selalu berbuat kebaikan dan berada di jalan kebenaran.

 

Sumber: merdeka.com

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Cantumkan link berita ini bila Anda mengutip seluruh atau sebagian isi berita. Laporkan keluhan dan apresisasi Anda terkait konten kami ke email:inilahjambi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

SOROTAN