Satu Lagi Bayi Meninggal Disinyalir Karena Kabut Asap

Inilahjambi, PALEMBANG – Bayi yang bernama Latifah Ramadani (1,3 tahun) meninggal dunia, yang disinyalir karena menghirup kabut asap.

Anak bungsu pasangan Sugeng dan Herlina yang berprofesi sebagai buruh bangunan ini meninggal di Rumah Sakit Bari Palembang, pada Senin 12 Oktober 2015, setelah mengalami perawatan 5 jam, usai dirujuk dari Rumah Sakit RK Charitas.

Menurut pengakan Sugeng, ayah sang bayi, anak ketiganya itu sudah sejak satu pekan terakhir mengalami sesak nafas.

Baca: Lima Bayi Tewas Akibat Kabut Asap, KPAI: Presiden Harus Turun ke Jalan

“Sehingga kemarin langsung saya bawa ke Rumah Sakit Charitas. Namun, karena biaya pengobatan di sana Rp8 juta per malam, saya tidak sanggup dan memindahkan ke RS Bari,” kata Sugeng, Selasa 13 Oktober 2015, dikutip viva.co.id.

Ibu Latifah, Herlina, mengutarakan, anaknya memang kerap diajak untuk mengantar kakak perempuannya pergi ke sekolah dengan berjalan kaki yang jaraknya kurang lebih tiga kilometer. Diduga kuat, itulah yang menyebabkan Latifah menghirup asap.

Klik: Korban Meninggal Karena Asap Akan Diberi Santunan Rp15 Juta Oleh Pemerintah

“Jadi seminggu ini kan asapnya banyak tapi saya tetap ajak putri saya ini dengan digendong berjalan kaki menggunakan payung ke sekolahan untuk mengantar kakak perempuannya dan mungkin karena itu dia kena ISPA,” jelas Herlina ditemui di rumah duka yang terletak di Jalan Ponorogo Lorong Jogja Kelurahan Sukajaya Kecamatan Sukarami Palembang.

Ditambahkan Herlina, selain asap saat ini juga banyak debu dan tidak menutup kemungkinan anaknya menderita muntaber karena debu-debu tersebut.

“Selama sakit anak saya tidak menangis, tapi hanya terlihat sulit bernafas saja. Mungkin karena nafasnya susah jadi tak bisa nangis. Dia juga terkena muntaber,” katanya.

Dengan adanya kejadian ini, Herlina sangat berharap kepada pemerintah agar serius menangani asap yang sedang terjadi saat ini sehingga tak terus-menerus jatuh korban jiwa seperti yang dialaminya saat ini.

Lihat: Mendagri Minta Puskesmas Buka 24 Jam untuk Korban ISPA, Rumah Sakit Harus Gratiskan Korban

Jenazah Latifah dimakamkan siang ini di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Simpang Lima Lebong Siarang.

“Korbannya bukan anak saya saja, tapi ada juga yang lain. Jadi saya mohon kepada pemerintah agar serius menangani masalah asap jangan pemerintah hanya mau mendapat uang saja dan perusahaan terus membakar lahan,” ungkapnya.

Selama Oktober ini tercatat sudah beberapa balita meninggal, diduga kuat akibat menghirup asap. Bayi-bayi malang yang meninggal tersebut yakni, Muhammad Husin Saputra (28 hari), Arika Patina Ramadhani (15 bulan), Nabila (15 bulan).
(IJ-001)

HOT NEWS