Satu Lagi Warga Penerokan Tewas Dihajar Truk Batubara

Satu Lagi Warga Penerokan Tewas Dihajar Truk Batubara

Baca juga:

 

Inilah Jambi – Kecelakaan lalu lintas terjadi di KM 46 Desa Penerokan, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari pada Sabtu, 7 Maret 2020 dini hari sekira pukul 01.00 WIB.

Menurut Kepala Desa Penerokan, Sugiono, korban bernama Rahmad Kurnia (22) warga RT.14 Dusun Wonorejo.

“Saat kejadian itu sudah sepi orang. Saya juga tidak mengetahui secara pasti. Namun menurut informasi dari cerita-cerita orang korban barusan pulang dari kumpul-kumpul dengan kawan-kawannya,” kata Kades Penerokan kepada inilahjambi melalui pesan WhatsApp, Sabtu.

Saat perjalanan pulang ke rumah, tepat di tikungan KM 46, korban yang mengendarai sepeda motor diduga makan jalan sebelah kanan. Di sana dia kena serempat bak mobil Batu Bara.

“Saat terjatuh dari motor, diperkirakan sebagian badan korban kena gilas ban truk Batu Bara
,” kata Kades.

Informasi yang diterima inilahjambi, korban mengendarai sepeda motor jenis Supra dengan nomor polisi BH 2212 BQ. Sementara truk batu bara jenis Isuzu dengan nomor polisi BM 9948 KC.

Sementara itu, Kapolsek Bajubang IPTU Ridho Perasetia, sepeti dilansir Jambiseru.com, media partner inilahjambi mengatakan, korban diduga tengah mabuk saat berkendara.

“Diduga saat kejadian korban dalam keadaan mabuk,” pungkasnya.

(*/)

Baca juga:

Dishub: Yang Berwenang Menindak Truk Batubara itu Polisi, Kami Sudah Pasang Rambu

Inilah Jambi – Dinas Perhubungan Provinsi Jambi mengaku tidak dapat menegakkan sendiri aturan yang berlaku terkait lalu lalang armada batubara di ruas jalan provinsi Muarabulian-Tempino via Bajubang.

Menurut Kepala Bidang Angkutan Darat Dishub Provinsi Jambi, Wing Gunariadi, sesuai kewenangan, mereka telah memasang rambu jam operasional untuk armada batubara itu.

“Sesuai kewenangan kami yang membidangi sarana dan prasarana, kami sudah memasang rambu jam operasional sebagai instrumen dalam penegakan hukum,” kata Wing kepada inilahjambi, Senin malam 3 Februari 2020.

Persoalannya, kata, Wing, pihaknya tidak dapat menindak pelanggaran yang dilakukan para supir batubara di jalan, kalau tidak didampingi polisi.

“Karena sesuai UU No. 22 Tahun 2009, kewenangan PPNS Dishub hanya dapat melaksanakan penegakkan hukum di terminal dan jembatan timbang. Kalau di jalanan Dishub harus didampingi polisi,” ujar dia.

Ditegaskan Wing, seuruh pemangku kewenangan harus berperan dalam mengatasi ini sejak dari hulu hingga hilir.

“Misalnya (dinas) ESDM harus mengawasi dari mulut tambang. karena kewenangan di area tambang menjadi kewenangan ESDM. BPTD dapat mengawasi jam operasional di jembatan timbang, karena JKTB menjadi kewenangan Kemenhub. Kendaraan batubara pasti masuk ke JKTB, dan disini bisa dilakukan penindakan,” bebernya baca selengkapnya

Lihat jugaSupir Batubara di Muarabulian Diduga Dibegal, Perut Sobek Kena Pisau

 

Bagikan
HOT NEWS