Sebar Hoax Penculikan Anak di Facebook, Emak-Emak di Sabak Timur Dicokok Polisi

Kapolres Tanjungjabung Timur AKBP Agus Desri Sandi, SIK, MM/Foto: Didi Hariadi

Jangan Lupa Berbagi
  • Pelaku dijerat dengan UU ITE dan Telekomunikasi No 19 Tahun 2016
  • Ancaman 6 tahun penjara

Inilahjambi – Seorang perempuan ibu rumah tangga di Kecamatan Muarasak Timur, Kabupaten Tanjungjabung Timur ditangkap polisi setempat karena menyebarkan berita hoax tentang penculikkan anak di media sosial.

IRT berinisial YN itu diketahui menyebarkan berita hoax di akun Faceboocknya pada Rabu 7 November 2018 pukul 20.20 WIB, tentang penculikkan anak yang terjadi di Muarsabak Timur.

“Jagalah anaknya seketat-ketatnya bagi yang punya anak kecil karna tadi siang ada anak sekolah yang diculik di Muarasabak Timur,” tulis YN. Akibat postingan itu, masyarakat resah.

Menurut Kapolres Tanjungjabung Timur AKBP Agus Desri Sandi, SIK, MM dalam konferensi pers di Mapolres pada Jumat 9 November 2018, berdasarkan penyelidikan Polres Tanjungjabung Timur, informasi yang diposting YN tersebut tidak benar adanya atau joax sehingga meresahkan orang lain.

“Dari hasil introgasi YN mengaku mendapatkan informasi penculikan anak tersebut dari Nanda atau adik ibunya yang bekerja sebagai tukang salon yang mendapatkan informasi dari pelanggannya. Kemudian saudari YN memposting di akun Facebook miliknya, ” jelas Kapolres.

Ditambahkan Kapolres, meski yang bersangkutan telah meminta maaf, tetapi proses hukum tetap lanjut. Dan saat ini juga masih dalam tahap penyelidikan serta akan meminta keterangan saksi ahli.

Baca juga:

 

“Tersangka sudah meminta maaf dan mengakui kesalahannya. Namun walaupun tersangka meminta maaf, proses hukum tetap berlanjut. Pasal yang disangsikan terhadap pelaku diancam dengan UU ITE dan Telekomunikasi No 19 Tahun 2016 dengan ancaman 6 tahun penjara, ” ujar Kapolres.

Kejadian ini, kata Kapolres, adalah yang pertama kali terjadi di Kabupaten Tanjungjabung Timur. Agar peristiwa seperti ini tidak terulang kembali, Kapolres menimbau masyarakat agar bijak dalam bermedia sosial.

“Marilah kita bijak dalam bermedsos. Apabila mendapatkan segala sesuatu informasi yang belum tentu diketahui kebenarannya, jangan langsung diposting di medsos. Silahkan berkoordinasi dulu dengan jajaran kepolisian dari tingkat bawah seperti Polsek dan Babinkantibmas” pesan Kapolres.

 

(Didi Hariadi)

Jangan Lupa Berbagi
SAKSIKAN VIDEO DI BAWAH INI: Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2021-2022 Yayasan Jami' Al Falah Jambi
SOROTAN