Sempat Terkatung-Katung, Begini Penjelasan Bupati Al Haris Soal Jemaah Umroh Pemkab Merangin…

Inilahjambi – Sempat terkatung-katung saat keberangkatan dan kepulangan, puluhan jemaah umroh bantuan Pemkab Merangin akhirnya telah tiba di daerah asal masing masing, pada Senin 6 Januari 2020.

Seperti diketahui, jumlah jemaah yang dibiayai umroh oleh Pemkab Merangin ada 50 orang. Semuanya ada 78 jemaah. 50 orang yang dibiayai oleh pemerintah.

Bupati Merangin Al Haris menjelaskan permasalahan yang dihadapi oleh para jemaah tersebut. Menurut Haris, program umroh gratis bagi imam masjid dan guru ngaji sudah berjalan dua tahun.

Program ini sengaja diterapkan guna meningkatkan bidang keagamaan di Kabupaten Merangin.

Dikatakan Bupati, program umroh ini dilakukan dengan seleksi berjenjang. Dimulai dari desa hingga ke bagian Kesra Sekretariat Daerah Merangin.

Baca lagi: Kompak, Lima Bupati Hadir di Paripurna HUT Provinsi Jambi…

“Jadi seleksi awal dilakukan di desa. Pihak desa lah yang mengajukan nama-nama imam masjid dan guru ngaji yang akan diajukan berangkat umroh,” ungkap Bupati Merangin Al Haris, dirilis Humas Setda Merangin, Selasa 7 Januari 2020.

Setelah desa mengajukan beberapa nama, baru diseleksi lagi di Setda Merangin melalui Bagian Kesra. Di sini penyeleksian juga dilakukan lewat musyawarah dengan pihak desa. Begitu semua clear, baru lah nama yang terpilih disiapkan untuk berangkat umroh.

Dengan pertimbangan memberi kebebasan bagi calon jemaah umroh, Pemerintah Kabupaten Merangin mengucurkan dana umroh langsung ke rekening yang bersangkutan. Itu artinya, semua dana yang dibutuhkan sudah dikirim ke rekening calon jemaah umroh.

Dana ini akan digunakan untuk keperluan berangkat, termasuk membayar travel agen umroh. Sehingga, Pemkab Merangin tidak ada intervensi untuk menentukan travel agen mana yang akan dipakai oleh calon jemaah umroh.

“Uang langsung dikirim ke rekening. Imam masjid dan guru ngaji sendiri yang memilih travel agen,” jelas bupati, lagi.

Pemilihan travel dilakukan para calon jemaah melalui rembuk bersama. Setelah ditentukan, baru persiapan lanjutan dilaksanakan. Termasuk manasik haji.

Setelah benar-benar siap, bupati melepas keberangkatan para jamaah umroh. “Baru dilepas secara resmi,” tutur sosok yang pernah berprofesi sebagai penjual martabak di Kota Bangko ini.

Kesimpulannya, kata Bupati, jika terjadi masalah di travel agen, ini tidak ada hubungannya dengan Pemerintah Kabupaten Merangin. Namun akan jadi masukan bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi program ini supaya lebih baik pelaksanaannya di tahun ini.

“Jadi yang masalah di agen travel umrohnya, yang memilih jamaah sendiri, yang disorot Pemkab Merangin. Meski begini kejadiannya, kita tetap akan adakan program ini. Karena sangat baik untuk peningkatan kualitas iman imam masjid dan guru ngaji di Merangin,” beber Al Haris.

Evaluasi akan difokuskan pada pemilihan travel umroh, agar nanti para jamaah tidak lagi bermasalah saat sebelum maupun sesudah melaksanakan ibadah umroh.

 

 

HOT NEWS