Siapa Pemenang Pilgub Jambi 2020? Ini Dia Orangnya

Nurul Fahmy

Siapa Pemenang Pilgub Jambi 2020? Ini Dia Orangnya

Oleh Nurul Fahmy


Enam (6) hari pasca pemilihan gubernur dan wakil gubenur Jambi pada 9 Desember 2020, masyarakat masih bingung, siapa sebenarnya pemenang Pilgub Jambi ini?

Siapa yang menang memang membingungkan masyarakat. Sebab sejak hitung cepat dilakukan, masing masing pihak saling klaim menang. Bahkan, Calon Gubernur Jambi Cek Endra sudah kesusu bersama Cawagubnya, Ratu Munawaroh, sempat-sempatnya sujud sukur, melihat hasil hitung cepat lembaga survey yang mereka bayar untuk melakukan quick count.

Charta Politika memang menghitung kemenangan pasangan Ce-Ratu sekian persen. Namun sayangnya, persentase kemenangan itu di bawah margin of error, sehingga kalau dikurangi, maka kemenangan mereka minus, dong. Alias tak menang. Kawan saya bilang, “kami hampir kalah, mereka hampir menang”.

Sementara pasangan Haris-Sani juga mengklaim menang berdasarkan hitung cepat Lingkaran Survey Indonesia (LSI). Lembaga besutan Deny JA ini mendapat data Haris Sani menang 2 persen sekian. Margin of error-nya 1 persen sekian. Kalau begitu, Haris Sani masih mengantongi kemenangan dengan selisih 1 sampai 2 persen sekian.

Fix? Belum. Pengitungan real masih dijalankan. Masing-masing tim berjibaku menghimpun Formulir C1 dari masing-masing saksi di TPS. Inilah kuncinya. Simpul kemenangan harus diikat kuat dari sini. Jangan sampai diubah-ubah. Diutak-atik lawan. Lawan? Ya, siapapun yang ingin mengubah hasil pemilu adalah lawan. Lawan rakyat. Lawan Kebenaran.

Perang opini kemudian dilancarkan. Mulai dari mendegradasi lembaga hitung cepat, tudingan adanya potensi kecurangan, termasuk kiriman papan bunga ucapan selamat ke masing-masing kandidat, ditambah ocehan-ocehan masing masing tim di medsos. Semua itu jelas bagian dari Psy War. Perang psikologi, yang membuat bingung masyarakat.

Dalam pada itu masing-masing tim terus merekap hasil suara dari masing-masing kecamatan. Sementara masyarakat memelototi website KPU. Tungsura. SIRekap. Grafik, angka dan persentase yang terus diperbarui perjam. Perhari.

Angka kedua pasangan terus bergerak. Namun, berdasarkan grafik, pasangan CE- Endra belum mampu melampaui Haris Sani. Memang, sempat mendekati angka selisih 0.2 persen. Namun tak lama suara CE- Ratu Munawaroh stagnan. Suaranya habis. Penghitungan di lumbung-lumbung suaranya, seperti Sarolangun, Bungo, Tanjab Barat, Tanjab Timur, Batanghari dan lainnya selesai. Artinya, suara mereka tak ada lagi yang dapat dihitung.

Sementara itu, suara untuk Haris-Sani masih terus melaju. Lumbung suara pasangan ini masih belum final direkap, seperti di Kota Jambi dan Merangin. Baru Muarojambi yang final 100 persen.

Analoginya. Pasukan Ce – Ratu sudah habis pelornya. Sudah maksimal. Tak ada lagi yang bisa ditembakkan. Tak ada lagi yang bisa dihitung. Sementara Haris Sani masih segudang amunisinya. Siap diberondong ke web KPU itu.

Bagi yang awam Statistik dan Matematika, progres suara Ce-Ratu sejak kemarin di Web SiRekap KPU, yang kian mendekati Haris Sani ini, jelas menggembirakan. Mereka bahagia. Pikirinya, jagoan mereka makin mendekati lawan. Dan berpotensi menang. Padahal, tak seperti itu, Ferguso!

SiRekap itu cuma display. Mereka tidak menghitung, tapi hanya menginput, memasukkan hitungan suara berdasarkan rekapitulasi manual panitia pemilu di tingkat kecamatan, secara berjenjang sejak dari TPS. Selain panitia, tim juga menghitung. Menyalin dan merekap keseluruhan hasil suara. Disaat tim Ce- Sudah selesai menghitung. Tim Haris masih berjibaku sebab suara mereka banyak.

Hingga kemarin, didapatlah angka final. Haris Sani unggul dari Ce- Ratu dengan selisih suara belasan ribu. Sementara sebagian masyarakat masih memelototi SiRekap.

“Siapa yang menang? Itu suara Ce-Ratu terus mengejar. Selisihnya makin tipis. Gawat ini,” demikian sebagian komentar orang bertanya.

Saya bilang saja, tim Haris Sani sudah tidur nyenyak sejak kemarin. Pleno di kecamatan sudah selesai. Dan mereka haqqul yakin menang. Karena selisih suaranya nyata. Sudah dikunci. Sudah diikat. Website itu memang lambat menginput hasil rekapitulasi. Angka-angka di website itu jangan jadi jadi patokan lagi.

Jadi siapa yang menang?

Nah, Masih bingung dia!

 

***

Bagikan

Tinggalkan Balasan

HOT NEWS