Sosok di Balik Yayasan Muslim Jambi, Inisiator Sekolah Al Azhar 57, Siapa Dia?

Inilahjambi, JAMBI – Dalam acara peletakan batu pertama pembangunan komplek sekolah Al Azhar 57 di kawasan Mendalo, yang masuk dalam areal kota terpadu Citra raya City, pada Sabtu 4 Februari 2017 kemarin, berkali-kali mantan Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin menyebut nama Komjen Lutfi Lubihanto dan istri, Ariyani Asmawati.

Zulkifli Nurdin yang termasuk salah satu pendiri Yayasan Musli Jambi, menyatakan peran Lutfi dan istri dalam menggagas pembangunan sekolah Islam terpadu di Jambi sangat besar.

“Dalam rapat-rapat di Jambi, di Jakarta, mereka (Lutfi dan Ari) selalu berdua. Mereka sangat bersemangat sekali tanpa mereka, mungkin pembangunan ini belum dapat terlaksana,” kata Zulkifli Nurdin, Sabtu pekan lalu.

Inilahjambi, berkesempatan mewawancarai Ariayani Asmawati di sebuah restoran di Jambi, usai kegiatan peletakan batu pertama pembangunan sekolah Al Azhar 57.

Istri mantan Kapolda Jambi, Lutfi Lubihanto (kini Kaba Intelkam Mabes Polri) ini bercerita, ide pembangunan Al Azhar 57 tersebut berawal dari rasa keprihatinan para orang tua di daerah ini, karena belum adanya sekolah Islam yang berkualitas dan bertaraf nasional.

“Para pendiri menginginkan ada lembaga pendidikan di Provinsi Jambi umumnya, di Kota Jambi khususnya berskala nasional, karena sejauh ini, sekolah berbasis islam di Jambi masih bersifat lokal,” kata Ariayani Asmawati yang menjabat Ketua Umum Yayasan Muslim Jambi.

Dalam rapat-rapat yayasan, maka akhirnya disepakati Yayasan Muslim Jambi akan bekerja sama dengan Yayasan Pesantren Islam di Jakarta untuk membangun sekolah Al Azhar di Jambi. Sekolah Al Azhar di Jambi merupakan sekolah ke 57 di Indoensia. Makanya, di belakang nama sekolah yang didirikan oleh Buya Hamka ini tercantum angka 57, sebagai penanda sekolah yang ke 57.

“Adanya Al Azhar di Jambi akan mempermudah para orang tua yang pekerjaannya selalu berpindah-pindah. Meskipun pindah ke daerah lain, standar pendidikan yang diberikan akan sama. Karena Al Azhar menerapkan standar kurikulum yang sama untuk seluruh sekolahnya di Indonesia,” kata Ariyani.

Diakui Ari, dalam bayangan banyak orang tarif sekolah Al Azhar terkenal mahal dan untuk kalangan menengah ke atas, namun pendidikan tidak mahal apabila pelajaran yang diterima siswa juga setimpal.

“Kalau menurut saya, untuk pendidikan tidak ada istilah mahal, jika yang kita dapat setimpal. Mempersiapkan anak-anak untuk berkompetisi secara nasional sejak dini,” ungkapnya.

Kenapa memilih lokasi jauh dari Kota Jambi dan berada di kawasan perumahan Citra Raya City? Ariayani mengatakan, memang pengembangan sekolah Al Azhar ditujukan di perumahan, karena melihat keamanan dan kenyamanan siswa sangat diperhatikan.

“Jadi kita jauh dari keramaian, kita memilih yang tenang, kita juga akan ada armada yang antar jemput untuk memudahkan yang jauh. Bukan hanya iman anak yang dijaga, namun faktor keamanan mereka juga menjadi perhatian,” pungkasnya.

“Yang sekarang ini telah berdiri 171 sekolah Al Azhar yang tersebar di seluruh kota yang ada pada 17 Provinsi di Indonesia yang salah satunya di Provinsi Jambi. Sekolah Al Azhar 57 Provinsi Jambi ini menjadi provinsi ke 15 yang ada Sekolah Al Azhar, dan bangunannya urutan ke 57 se-Indonesia,” tegas Ari.

 

 

 

(Ari S)

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Cantumkan sumber dengan link berita terkait, bila Anda mengutip seluruh atau sebagian isi berita ini. Mari bersama menghargai karya jurnalistik.
SOROTAN
error: OPPPS, MAU NGAPAIN? Konten ini dilindungi !!