Ternyata Hacker Remaja 13 Tahun yang Bobol Situs Swasta Asal Sarolangun…

Ilustrasi hacker Jambi/net

Inilahjambi – Hacker berusia 13 tahun yang tergabung dalam Black Hat ternyata berasal dari Sarolangun. Remaja EHC alias S3CD3C ditangkap polisi pada 25 Oktober 2018 lalu di Sarolangun.

Bersama EHC, polisi juga menangkap 3 pelaku peretasan situs instansi pemerintah di Sulawesi Tenggara (Sultra) itu. Mereka yakni LYC ditangkap di Kediri pada 26 September 2018 dan MSR di Cirebon pada 3 Oktober 2018. Sementara JBKE ditangkap di Mojokerto pada 18 Oktober 2018.

Berdasar keterangan kepolisian, empat orang yang berusia belasan tahun itu melakukan peretasan usai mendapat tantangan dari pengelola grup whatsapp yang beranggotakan para peretas (hacker).

Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Rickynaldo Chairul mengatakan keempat pelaku peretasan tersebut ialah LYC (19), MSR (14), JBKE (16), dan HEC (13). Empat hacker belia itu berasal dari sejumlah kota berbeda meski saling bekerja sama meretas situs yang sama.

Baca juga:

– Polisi Bongkar Klub Hacker Remaja 13 Tahun Asal Jambi yang Bobol Situs Kantor Swasta…

Menurut Ricky, empat remaja itu bergabung dalam grup whatsapp bernama Official Black Hat. Istilah Black Hat adalah sebutan lumrah bagi peretas atau orang yang mengakses data internet tanpa izin.

“Grup whatsapp ini yang dikuasai atau dikendalikan oleh beberapa orang tutor. Kemudian mereka dilatih, kalau yang sudah pintar dites, dites dengan caya yang sudah dipersiapkan […] Mereka diberi target jika sudah berhasil menjebol situs, mereka akan upload ke grup tersebut,” tegas Ricky di Gedung Bareskrim Siber, Cideng, Jakarta, Jumat (9/11/2018).

Menurut Ricky, umumnya mereka yang tergabung dalam grup whatsapp Official Black Hat sudah berpengalaman dalam meretas sehingga pelatihan yang diberikan tutor tidak betul-betul dari nol.

Ricky mengatakan admin dari grup tersebut biasanya menyebut salah satu situs yang kemudian diikuti dengan pertanyaan, “Bisa enggak kalian bobol ini?”

Admin grup Official Black Hat itu memiliki kemampuan peretasan yang tidak bisa dianggap remeh sebab anggota grup yang masih belia saja sudah berhasil membobol situs.

“Jadi tujuan mereka ini dengan grup whatsapp Black Hat merekrut cybertroop muda. Saat ini ketiga anak ini sudah ada penetapan, baik di Jambi, Cirebon, maupun Surabaya [dikembalikan ke keluarga],” jelas Ricky.

Berdasarkan penelusuran kepolisian, meski keempat orang ini bekerja sama meretas situs yang sama, tetapi mereka tidak pernah bertemu muka satu sama lain. Mereka juga tidak mendapat bayaran atas keberhasilannya melakukan peretasan.

 

 

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Cantumkan sumber dengan link berita terkait, bila Anda mengutip seluruh atau sebagian isi berita ini. Mari bersama menghargai karya jurnalistik.
SOROTAN
error: OPPPS, MAU NGAPAIN? Konten ini dilindungi !!