Mon. May 27th, 2019

AS dan Australia Sudah Keluarkan Travel Warning Seminggu Sebelum Teror Jakarta, Menlu RI Malah Bengong

Inilahjambi, JAKARTA – Seminggu sebelum meletusnya granat dan teror di Jakarta pada Kamis 14 Januari 2016, AS dan Australia ternyata telah mengelurkan travel warning untuk warganya.

Amerika Serikat mengeluarkan travel warning kepada warga negaranya yang akan ke Indonesia, khususnya ke Surabaya. Selang tiga hari kemudian, travel advice juga dikeluarkan oleh pemerintah Australia berkaitan dengan adanya kemungkinan ancaman teroris, khususnya di kota-kota besar.

Peringatan khusus juga dikeluarkan untuk wilayah-wilayah seperti Sulawesi Tengah, Maluku, Papua dan Papua Barat.

“Kami menyarankan Anda untuk waspada tingkat tinggi di Indonesia, termasuk Bali, dalam waktu dekat ini karena adanya ancaman besar serangan teroris,” demikian tertulis dalam laman resmi Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Australia, Selasa 6 Januari 2016.

Ironisnya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi justru bengong dan mempertanyakan dasar dikeluarkannya travel warning oleh Amerika Serikat dan travel advice oleh Australia itu.

Retno menilai situasi keamanan dalam negeri RI saat ini kondusif.

Retno mengaku tidak tahu dari mana pemerintah Australia dan Amerika Serikat mendapatkan informasi mengenai ancaman teroris di Indonesia.

“Kami tidak tahu berdasarkan informasi apa mereka menyampaikan security alert tersebut. Mereka tidak menyampaikan kepada kita dasar informasi pengumuman atau kebijakan itu,” kata Retno di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu 7 Januari 2016, dikutip dari CNN Indonesia.

Meski demikian, Retno mengaku memahami bahwa travel advice itu merupakan hak tiap negara untuk menyampaikan informasi kepada warga negaranya. Namun seharusnya ada koordinasi lebih dulu dengan Indonesia untuk mengetahui kondisi keamanan.

“Dan seperti yang sudah saya sampaikan, informasi yang diperoleh adalah suasananya aman,” ujarnya.

Retno menyatakan telah berupaya menjelaskan keadaan Indonesia yang sebenarnya kepada kedua negara tersebut melalui kedutaan besar masing-masing. Namun hingga saat ini peringatan perjalanan tersebut belum dicabut.

 

 

 

(Olivia Admira)

Sudah dibagikan