Wed. Aug 21st, 2019

Rumah Zainal Abidin ditinggal penghuninya ke Jakarta. Foto: Doni/Jambiseru.com

Tiga Bulan Mengintai, Penyidik KPK Sempat Kos di Rumah Anggota DPRD Jambi Ini dan Kisah Lainnya…

Inilahjambi – Hari Kamis 18 Juli 2019 tiga orang anggota DPRD Provinsi Jambi ditahan KPK terkait suap APBD 2018. Mereka yakni Effendi Hatta, Muhammadiyah dan Zainal Abidin.

Hampir dua tahun perjalanan kasus ini, banyak kisah menarik yang dituturkan sejumlah sumber terkait penetapan tersangka sejumlah anggota DPRD Provinsi Jambi ini. Seperti kisah yang terjadi terhadap Zainal Abidin.

Baca juga: Ada Pak Asiang? Tak ada, Jangan Tanya-Tanya Saya…!”

Ketua Komisi 3 ini tidak menyangka bahwa perempuan muda yang pernah ngekos di rumahnya adalah penyidik KPK.

Sumber Inilahjambi mengatakan, betapa terkejutnya Zainal Abidin saat diperiksa di ruang penyidik KPK saat itu. Tiba-tiba seorang perempuan berjilbab menyapanya dan bertanya, “Apakah Bapak masih ingat dengan saya,” kata perempuan itu. ” Saya pernah kos di tempat Bapak,” lanjut perempuan itu lagi.

“Tidak begitu jelas apa reaksi Pak Zainal saat itu. Tapi yang jelas dia tentu saja kaget bukan main. Dia tidak menyangka penyidik itu adalah perempuan yang pernah kos di tempatnya,” ujar sumber Inilahjambi.

Seperti diketahui, di bagian belakang rumah mewah Zainal Abidin yang berada di RT 26 No 9, Jalan Jenderal A Thalib, Kelurahan Simpang Empat Sipin, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, juga dijadikan kos -kosan untuk umum.

Lihat lagi: Pejabat Jambi ini Tertangkap Kamera Cipika Cipiki dengan Tahanan KPK, Siapa Dia?

Selain itu, kisah lainnya yakni penyidik KPK yang menyamar sebagai pengantar kopi untuk anggota DPRD di sejumlah ruangan di gedung dewan di kawasan Telanaipura.

Menurut sumber Inilahjambi, penyidik itu paham betul suasana di beberapa ruang komisi dan fraksi. Dia bahkan paham kebiasaan sejumlah anggota DPRD Provinsi Jambi dalam ruangan itu.

“Waktu di ruangan, penyidik itu berkata kepada beberapa orang anggota DPRD yang sedang diperiksa. Dia sangat tahu suasana beberapa ruangan di gedung tersebut.,” papar sumber.

“Setelah beberapa anggota dewan itu tersadar, baru ketahuan bahwa penyidik itu adalah pria yang biasa masuk ke ruangan mereka mengantar kopi atau pesanan lain dari kedai di seputaran gedung DPRD itu,” pungkas sumber.

 

 

Sudah dibagikan