Video Eksklusif: Begini Cara Mantan Gubernur Jambi HBA Cari Nama untuk Menara Gentala Arasy

Inilahjambi, KOTA JAMBI – Jembatan dan menara tinggi besar yang berdiri di Seberang Kota Jambi, tepat di seberang Rumah Dinas Gubernur Jambi, di kawasan Tanggo Rajo, diberi nama Gentala Arasy.

Nama itu konon hanya untuk menara, namun belakangan orang-orang menyebut jembatan pedestrian juga sebagai Arasy.

Tokoh adat Jambi Datuk Sulaiman Hasan dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Inilahjambi beberapa waktu lalu mengungkapkan, dirinya pernah ditanyakan oleh Gubernur Jambi Hasan Basri Agus soal nama yang cocok untuk menara yang akan dibangun di kawasan Seberang Kota Jambi.

“Jadi waktu itu saya dipanggil ke rumah dinas Gubernur Jambi untuk suatu urusan. Dalam kesempatan itu, Pak Gubernur (HBA) berkata, Pemprov Jambi akan bangun menara di Seberang Kota Jambi. Dia bertanya ke saya, apa nama yang cocok untuk menara itu,” kata Datuk Sulaiman di kediamannya.

Pria sepuh yang kondisi kesehatannya mulai rapuh itu bercerita, sesaat setelah ditanya, dia berjalan bersama Gubernur ke luar rumah, memandang kawasan Seberang. Saat itu jembatan dan menara belum ada, masih dalam perencanaan.

“Lama saya berpikir, merenung untuk mencari nama yang cocok,” ujar Datuk Sulaiman.

Tidak lama, seolah terlintas di kepalanya, Datuk Sulaiman menyebut sebuah nama, ‘Gentala Arasy’.

“Nah itu cocok,” kata HBA ditirukan Datuk Sulaiman.

Dipaparkannya, saat itu dia menyebutkan makna kata secara etimologi dan filosofis ke Gubernur.

“Secara etimologi (asal-usul kata), Gentala Arasy bermakna genta yang besar dan berada di tempat tinggi (arasy). Kata itu berasal dari bahasa Sanskerta dan Arab. Namun secara filosofis, ada makna yang terkandung secara akronim (singkatan) dalam kata itu,” ujar Datuk.

Sulaiman Hasan
Datuk Sulaiman Hasan

Gentala Arasy, kata Datuk, dapat dimaknai sebagai penghormatan ke Gubernur Jambi Abdurahman Sayoeti, sebagai orang Jambi pertama yang menjadi Gubernur, dan dilahirkan di tanah Jambi.

“Dia (Abdurrahman Sayoeti) lahir di Seberang. Tepat di depan kampung seberang rumah dinas Gubernur. Kata tempat dalam bahasa Jambi disebut ‘gena’. Sehingga gentala itu dapat diartikan “gena tempat lahir” dan Arasy adalah Abdurrahman Sayoeti sehingga jadi “Gena Tempat Lahir Abdurahman Sayoeti” atau “Gentala Arasy,” papar Datuk Sulaiman.

Namun Datuk berkilah, bukan dirinyalah yang memberikan nama menara itu, sebab sejak itu tidak adalagi pembicaraan dengan Gubernur Jambi soal nama.

Di juga tidak tahu apakah istilah dan makna kata yang diajukan itu yang dipakai sebagai nama menara dan jembatan atau ada makna lain dari Gubernur untuk nama itu.

“Saya tidak tahu, apakah nama yang saya usulkan itu yang dimaksudkan sebagai nama menara dan jembatan sekarang ini, atau bukan,” ujarnya.

Sambil bergurau Datuk Sulaiman mengatakan, “buktinnya sampai kini saya tidak dapat royalti atau apalah untuk nama itu,” tutup tokoh yang banyak memberikan nama-nama berbau adat Jambi ke beberapa objek, seperti gedung dan nama Kota Jambi, Tanah Pilih Pusako Betuah.

 

(Nurul Fahmy)

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Cantumkan link berita ini bila Anda mengutip seluruh atau sebagian isi berita. Mari bersama menghargai karya jurnalistik.
SOROTAN