Investor India akan Bikin Pabrik Gula di Jambi Senilai Rp1,3 Triliun

Inilahjambi – Kementerian Pertanian menawarkan Jambi sebagai salah lokasi kepada investor asal India, Shivshati Sugar Ltd, untuk membangun pabrik gula berkapasitas 10.000 TCD dengan nilai investasi mencapai US$ 100 juta atau Rp 1,3 triliun.

Selain Jambi, sebenarnya ada dua provinsi lagi yang ditawarkan, yakni Saumlaki di Maluku dam Manggarai Barat di NTT.

Menurut staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Investasi, Syukur Iwantoro, investor asal India yang akan memilih lokasi mana yang akan mereka setujui untuk membangun pabrik gula.

“Ada 3 lokasi yang paling memungkinkan untuk segera dimanfaatkan dalam membuat perkebunan tebu seluas 20.000 hektar. Ada di Saumlaki di Maluku, Manggarai Barat di NTT dan Jambi. Mereka nanti akan memilih 1 dari 3 lokasi yang kami tawarkan,” kata dia dikutip detik finance, Kamis kemarin.

Di Indonesia ini, lanjut dia, banyak industri makanan dan minuman. Jadi kalau ada pabrik gula di dalam negeri. Apalagi yang berteknologi tinggi, ini akan sangat membantu.

“Kita nggak perlu lagi bergantung pada impor,” kata, Syukur Iwantoro lagi.

Menurut Ketua Gabungan Pengusaha Makanan Minuman Indonesia (Gapmmi), Adhi S Luqman, keberadaan pabrik ini akan memberikan banyak manfaat di antaranya terbukanya lapangan kerja baru dan juga mengurangi konsumsi gula impor dari luar negeri.

“Pabrik ini nantinya bisa menyerap tenaga kerja langsung sekitar 200 orang. Yang tidak langsung bahkan lebih besar karena akan tercipta multiplier effect yang sangat luas. Bisa 2.000 orang karena akan ada industri pendukung yang bermunculan, seperti transportasi dan lainnya,” tutur dia.

Bila telah terealisasi nanti, pabrik ini bakal memproduksi berbagai produk gula berkapasitas hingga 10.000 TCD.

“Produksinya dari mulai raw sugar (gula mentah), gula kristal putih (GKP), dan gula kristal rafinasi (GKR) dengan bahan baku tebu yang diperoleh dari kebun yang dibangun terintegrasi dengan pabriknya,” jelas dia.

Hal ini sangat bermanfaat untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan produksi dalam negeri dan mengurangi ketergantungan terhadap Impor.

 

 

 

(Olivia Admira)

Bagikan
HOT NEWS