Wah, Banyak Sekolah di Kota Jambi Tidak Lagi Laksanakan Upacara Bendera, Mengapa?

Inilahjambi, KOTA JAMBI – Kunjungan Walikota Jambi Syarif Fasha ke sekolah-sekolah di kota itu salah satunya memastikan kebenaran informasi yang diterimanya. Fasha mendengar selama ini banyak sekolah yang tidak lagi melaksanakan upacara bendera.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kota Jambi, Mulyadi, Senin 18 Januari 2016 di ruang kerjanya.

“Saya juga tidak tahu pasti Pak Wali dapat informasi seperti itu dari mana. Namun tujuannya (kunjungan walikota ke sekolah) salah satunya memang untuk memastikan sekolah melaksanakan upacara bendera setiap Senin,” kata Mulyadi.

Mulyadi mengaku, dirinya juga menerima informasi tersebut. Banyak sekolah yang tidak lagi melaksanakan upacara bendera.

Berita terkait;

 

Namun Mulyadi membantah soal ini karena telah lunturnya nasionalisme pihak sekolah. Termasuk karena masuknya paham-paham atau ideologi tertentu yang melarang pelaksanaan upacara bendera.

“Sejauh ini kami tidak melihat ke sana, apakah karena alasan ideologi atau lunturnya nasionalisme pihak sekolah. Tapi lebih kepada soal teknis saja,” ujarnya.

Dipaparkan Mulyadi, saat ini banyak sekolah di Kota Jambi yang tidak lagi memiliki lapangan yang represntatif untuk melaksanakan upacara bendera, termasuk kegiatan lain. Lapangan yang ada sudah terlalu kecil, dibandingkan jumlah siswa yang terus bertambah.

“Supaya tidak kacau dan alasan teknis lainnya, makanya pihak sekolah meniadakan upacara bendera,” ujarnya.

Mulyadi memberi contoh SMAN 1 Kota Jambi. Bahkan untuk olahraga saja, kata dia, sekolah tersebut harus meminjam lapangan Korem yang berada di depan sekolah itu.

“Coba lihat SMAN 3, SMAN 2, SMAN 5, lapangan sudah semakin terasa sempit dengan bertambahnya jumlah siswa. Soal ini juga dirasakan sekolah-sekolah lain. Jadi bukan karena lunturnya nasionalisme atau paham-paham tertentu, ini murni teknis saja,” lanjut Mulyadi.

Saat ini, kata Mulyadi, ada syarat teknis yang harus dimiliki oleh lembaga yang ingin membangun sekolah, yakni memiliki lahan dengan luasan mencapai 2 hektare. Di sana mencakup gedung lapangan dan ruang-ruang lainnya.

“Dengan lahan yang luas, termasuk antarruang yang berjarak, para siswa jadi bisa lebih leluasa belajar. Itu merupakan salah satu syarat pendirian sekolah saat ini,” pungkas Mulyadi.

 
(Zalman Irwandi)

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Cantumkan link berita ini bila Anda mengutip seluruh atau sebagian isi berita. Laporkan keluhan dan apresisasi Anda terkait konten kami ke email:[email protected]
SOROTAN