Wed. Jun 26th, 2019

What? Istri Wakapolres Ketahuan Atur Kasus Demi Uang…

Inilahjambi, LAMPUNG – Seorang warga Jalan Badak No. 20, Kelurahan Sidodadi, Kedaton, Bandar Lampung, Melda, melaporkan kasus penganiayaan yang dilakukan tetangganya. Namun menurut Melda, laporan tersebut tidak direspons baik oleh polisi, bahkan pelakunya masih berkeliaran.

Karena ketakutan, Melda akhirnya melaporkan persoalan itu langsung ke Kapolda Lampung Brigjen Ike Edwin, pada Kamis 21 April 2016. Saat itu kebetulan Brigjen Ike Edwin tengah berkantor di Terminal Rajabasa.

Bukan hanya Melda, saat itu ternyata Kapolda juga mendapat laporan warga lain yang menyatakan, ada istri seorang Wakil Kepala Polres di Lampung yang terlibat dalam permainan kasus. Istri petinggi polisi itu disebut-sebut mengatur-ngatur proses penyidikan dengan imbalan uang.

Kapolda Lampung Brigjen Ike Edwin, yang mendapat laporan warga tampak marah besar.

“Saya tidak menyangka, ibu Bhayangkari terima uang. Suaminya pejabat Wakapolres Tanggamus. Terima uang, ngatur kasus, mau jadi apa kalau seperti ini. Kalau gini saya yang malu. Saya ini orang Lampung, saya di sini mau yang terbaik di tanah kelahiran saya, dengan berkantor di luar saya ingin mengubah ini, tapi anggota saya belum semuanya menerima,” kata Brigjen Ike Edwin, dilansir Lampost.com.

Mengetahui itu, Irwasda Polda Lampung Kombes Budi Susanto juga terlihat marah besar, sehingga dia tidak ingin mendengarkan pembelaan dari penyidik.

“Krimsus tak perlu komentar lagi, saya yang akan menanganinya,” tegas dia.

Brigjen Ike Edwin kembali dibuat geram saat salah satu warga mengaku dihalangi seorang kapolsek ketika hendak melapor kepadanya saat berkantor di lapangan. Dengan tegas Kapolda memerintahkan Irwasda Polda Lampung menangani permasalahan tersebut.

“Bagaimana bisa seperti ini, ada warga mau melapor kepada saya tapi dihalangi Kapolsek. Saya minta Irwasda tangani ini,” kata Kapolda.

Baca juga:

Kembali, Irwasda Kombes Budi Susanto terlihat marah besar mendengar ada anggota yang seperti itu.

”Jangan jadi pengkhianat, bikin malu Kapolda,” tukas Budi.

Dengan nada tinggi, Budi menegaskan jangan sampai ada anggota mencegah warga untuk melapor kepada Kapolda.

“Provost, periksa itu Kapolsek yang sudah mencegah warga untuk melapor kepada Kapolda,” kata Budi.

Melda yang melihat respon Kapolda, mengungkapkan kepuasannya atas kinerja Kapolda Lampung tersebut.

“Terima kasih kepada Kapolda Lampung yang sekarang, atas programnya ini sekarang bisa bertemu langsung, bisa lapor. Saya lega, selama ini minta keadilan ke mana, dengan ini saya puas,” kata dia.
(Muhammad Ikhlas)

Sudah dibagikan