Kurang Ajar Betul, 4 Perusahaan di Muaro Jambi ini Buang Air Tanggul, 2 Bulan Tiga Kecamatan Banjir
Inilahjambi, JAMBI – Sejumlah Kepala Desa dari tiga kecamatan di Kabupaten Muaro Jambi mendatangi Komisi II DPRD Provinsi Jambi, pada Jumat 22 April 2016.
Perwakilan dari Kecamatan Kumpeh Ulu, Kumpeh Ilir dan Tanggo Rajo ini meminta agar dewan menyelesaikan masalah tanggul dan pompa air perusahaan perkebunan yang membuat pemukiman warga setempat terendam air apabila musim hujan tiba.
Warga menilai, pembuatan tanggul yang tidak sesuai prosedur yang menyebabkan air melimpah ke pemukiman dan memompa air atau membuang air tanggul ke luar kebun.
Perusahaan yang dinilai warga menjadi penyebab banjir yaitu PT.Karisma, PT.Envil, PT.Atek dan PT. Ewf. Perusahaan dinilai menyalahi aturan dalam pembangunan tanggul.
Para kepala desa ini meminta DPRD Provinsi Jambi memanggil Bupati untuk mengecek perizinan perusahaan yang ada di tiga kecamatan dan adanya proses hukum kepada perusahaan yang telah membangun tanggul yang tidak sesuai dengan prosedur dari kementrian.
Pihak Badan Lingkungan Hidup (BLH).Provinsi Jambi berjanji siang ini akan mengecek ke lokasi bersama BLH Muaro Jambi dan Dinas Perkebunan.
Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jambi
Bambang Bayu Suseno, meminta BLH melaporkan hasil pengamatan di lapangan untuk ditindaklanjuti. Dai juga mengatakan, akan memanggil pihak perusahaan yang tidak pernah datang saat diundang oleh dewan.
Kepala Desa Pudak, Kecamatan Kumpeh Ulu, M Nono, mengatakan, untuk wilayah Kumpeh Ulu ada 6 desa yang terendam air. Desa Pudak sendiri ada 6 RT yang terendam banjir selama dua bulan dengan ketinggian hampir menutupi atap rumah warga.
“Banjir hingga hampir menenggelamkan rumah warga selama 2 bulan ini,” ujar M.Nono.
Hal yang membuat warga merugi besar karena banyak pertanian warga yang gagal panen karena terendam banjir.
“Warga mengalami kerugian besar dalam bencana ini, ini beda dengan banjir tahunan. Kalau banjir tahunan paling cuma satu minggu terus surut lagi. Kalau banjir sekarang sudah dua bulan air tidak surut sampai sekarang. Setelah kita selediki ternyata penyebabnya karena tanggul perusahaan,” tambah Nono.
Ditempat yang sama, Humas PT. Karisma Nasrial Chaniago, menyatakan, pihak Karisma mendukung pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini. Menurut dia, PT Karisma telah menjalankan aturan sesuai prosedur yang ada.
“PT Karisma mendukung penuh pemerintah, karena Karisma juga menjadi korban banjir. Karena tanggul bukan hanya punya Karisma saja, tapi ada PT lain,” ungkap Nasrial.
(Zalman Irwandi)
