Mon. Jun 17th, 2019

YLKI: Kenaikan Tarif Air PDAM Kota Jambi Sampai 100 Persen Bertentangan dengan UU

Ilustrasi

Inilahjambi – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Jambi menggugat PDAM tirta Mayang dan Walikota Jambi atas kenaikan tarif air bersih ke Pengadilan Negeri Jambi. Prosesnya saat ini masih bergulir.

Menurut Ketua YLKI Jambi, Ibnu kholdun, kenaikan tarif air bertentangan dengan Perundang-Undangan, Peraturan Menteri Dalam Negeri dan Peraturan Daerah.

Baca juga: Tarif Air PDAM Kota Jambi Naik 100 Persen, YLKI Himpun Petisi Penolakan di Tugu Keris

“Mereka juga menaikan tarif tanpa persetujuan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jambi,” ujar Kholdun, kamis 10 Januari 2019.

Dikatakan dia, dalam Permendagri Nomor 71 disebutkan bahwa kenaikan tarif tidak boleh lebih dari 4 persen. Sementara dalam Peraturan Daerah Nomor 12 tahun 2015, kenaikan hanya boleh tujuh persen.

Namun kenyataan di lapangan kenaikan ini melebihi, di angka 100 persen. Dan ini melanggar UU Nomor 25 Tahun 2009,” kata dia.

Maka itu, lanjut Kholdun, selain gugatan ke pengadilan, pihaknya juga akan menghimpun petisi penolakan kenaiakan tarf air bersih ini.

Lihat berita: YLKI Jambi Akan Seret Pihak Hypermart WTC Batanghari ke Ranah Hukum, Karena Jual…

“Ini adalah semacam gerakan moral sebagai bentuk kritik atau protes kepada PDAM Tirta Mayang Jambi,” ujar dia lagi.

Melalui petisi itu, pihaknya berharap Pemerintah Kota Jambi bisa memberikan perhatian atas kenaikan tarif tersebut. Bahkan bila perlu mencoba meralat kembali keputusan yang telah dibuat dan mengembalikan ke tarif semula.

“Mudah-mudahan kritik yang kita lakukan semakin didengar dan masyarakat merasakan ada pembelaan yang kami lakukan,” demikian Ibnu Khaldun.

 

Sudah dibagikan