Zola Apresiasi Kontribusi BMKG Sukseskan Pertanian Melalui Sekolah Lapangan Iklim
Inilahjambi , Kab.Batanghari – Gubernur Jambi, H.Zumi Zola,S.TP,MA mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk menyukseskan pertanian. Hal itu dikemukakan oleh Zola dalam Penutupan Sekolah Lapangan Iklim (SLI) Tahap III, bertempat di tengah hamparan 840 Ha sawah masyarakat di Desa Pasar Terusan, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batnghari, Kamis (22/9) siang.
Zola menyatakan, penyelenggaraan Sekolah Lapangan Iklim sangat dibutuhkan oleh para petani, yang dalam melakukan kegiatan pertaniannya sangat tergantung pada kondisi iklim, dan SLI tersebut merupakan salah satu kontribusi BMKG terhadap upaya percepatan pembangunan pertanian di Provinsi Jambi.
Zola berharap, para petani dapat semakin memahami informasi iklim BMKG, sehingga kerugian akibat dampak iklim ekstrim yang dipicu oleh perubahan iklim dapat diminimaisir.
“Sekolah Lapangan Iklim sangat membantu petani untuk beradaptasi dengan alam” ujar alumni Fakultas Teknologi Pertanian Jurusan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor (IPB) ini.
Zola menjelaskan, sektor pertanian merupakan salah satu sektor penggerak utama perekonomian Provinsi Jambi, selain kontribusnya yang masih cukup besar terhadap PDRB Provinsi Jambi (lebih dari 40%), juga karena sebagian besar masyarakat masih menjadikan sektor pertanian sebagai sumber mata pencaharian utama. Dalam upaya mendukung pencapaian target swasembada komoditas kedaulatan pangan, Zola mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi akan mendorong dan mengintensifkan kegiatan-kegiatan yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas.
“Untuk produktivitas tanaman pangan diharapkan dapat ditingkatkan 2 sampai 3% per tahun, sementara untuk tanaman hortikultura diharapkan dapat ditingkatkan sebesar 1,5 sampai 2% per tahun. Sebagai gambaran, produksi beras Provinsi Jambi pada tahun 2015 mencapat 561.542 ton Gabah Kering Giling (GKG), jagung sebesar 50.588 ton, dan kedelai sebesar 7.105 ton,” tutur Zola.
Kepala BMKG (Pusat), Dr. Andi Eka Sakya, M.Eng menyatakan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh BMKG tidak berhenti disini, namun BMKG senantiasa membuka diri terhadap permasalahan yang dihadapi oleh para petani, dalam kaitannya dengan iklim.
“Kalau ada permasalahan berkaitan dengan iklim, silahkan datang,” ujar Andi Eka.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batanghari, Wasi Riyanto menyampaikan hasil ubinan padi Desa Pasar Terusan Kecamatan Muara Bulian Kabupaten Batanghari, varietas unggul Padi Ciherang tanggal 19 September 2016, rata-rata untuk Pasar Terusan 6,960 ton Gabah Kering Panen (GKP) per Ha setara dengan 5,92 ton Gabah Kering Giling (GKG) per Ha.
Kepala Stasiun Klimatologi Provinsi Jambi selaku Ketua Panitia Sekolah Lapangan Iklim, Syafrinal mengatakan, peserta SLI Tahap III 26 oang, perwakilan dari 7 kelompok tani yang ada di Desa Pasar Terusan, yang didampingi oleh pendamping dan pemadu, yaitu dari Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman, Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jambi, Penyuluh Pertanian Lapangan Kabupaten Batanghari, Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Batanghari, Dinas Pertanian Kabupaten Batanghari, dan Stasiun Klimatologi Jambi.
Syafrial menjelaskan aspek iklim dalam SLI tersebut, yaitu:
a. Menanam padi di musim kemarau periode Juni-Juli-Agustus-September 2016, dengan asumsi tahun 2016 ini merupakan kemarau basah, dimana prakiraan curah hujan bulanan pada periode Juni Juli Agustus September berkisar antara normal – atas normal
b. Menggunakan bibit unggul varietas Ciherang yang berumur pendek (116 sampai 125 hari), untuk mengantisipasi kemungkinan banjir akibat La Nina di akhir tahun 2016, sekaligus upaya mengubah kebiassaan petani setempat yang lebih suka menanam padi lokal yang berumur panjang sehingga rentan terhadap penyakit
Syafrial menambahkan, penanaman padi menggunakan Pola Jajar Legowo 2:1, yang merupakan salah satu teknik penanaman padi yang dapat menghasilkan produksi yang lebih tinggi serta memberikan kemudahan dalam aplikasi pupuk dan pengendalian organisme pengganggu tanaman.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Jambi, Zumi Zola didampingi oleh Bupati Batanghari, H.Syhirsah, Kepala BMKG, Kepala Stasiun Klimatologi Jambi, kepala BPS Batanghari, perwakilan dari Polda Jambi, dan perwakilan dari Korem 042/Garuda Putih Jambi melakukan panen padi dengan menggunakan sabit di areal persawahan Pasar Terusan. Setelah itu, Zola melakukan panen padi dengan menggunakan mesin pemanen padi, didampingi oleh petani Pasar Terusan.
(Renny N/ Humas Prov)
