Zumi Zola Rancang Kerjasama dengan Singapura Atasi Kebakaran Hutan dan Lahan
Inilahjambi – Gubernur Jambi, Zumi Zola, mengatakan, dirinya ingin menjadikan Provinsi Jambi sebagai proyek percontohan bagi kota-kota lain, dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Zumi Zola menyatakan hal tersebut usai mengadakan pertemuan dengan Duta Besar Singapura untuk Indonesia, di Paranginan Rumah Dinas Gubernur Jambi, Kamis 10 Maret 2016.
“Kami mengundang Duta Besar Singapura di Indonesia untuk datang ke Jambi. Untuk bicara hal-hal strategis termasuk soal bencana kabut asap di Indonesia. Saya sampaikan kepada beliau, Pemprov dan Forkopimda Provinsi Jambi, bupati/walikota dan juga pihak perusahaan sangat berkomitmen melakukan pencegahan supaya tidak terjadi lagi kebakaran hutan dan lahan seperti tahun lalu,” ungkap Zola.
Diakui Zola, Jambi butuh support dari pihak Singapura. Dan siap membuka kesempatan ini untuk bekerjasama.
“Saya nanti bicara dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ibu Siti Nurbaya, agar bisa menjadikan Jambi sebagai pilot project dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Ke depan, kerjasama ini bukan hanya bisa menekan tetapi juga agar tidak terjadi lagi kebakaran hutan dan lahan, seperti cita-citanya pak Jokowi. Ini kerja besar dan almamdulillah, beliau merespon dengan baik sekali,” jelas Zola.
Mengenai tindak lanjut kerjasama, Zola mengatakan bahwa pertemuan ini baru pertemuan tahap awal.
“Saya sudah minta jadwal untuk berkunjung ke Kedutaan Singapura, dikumpulkan nanti dengan para potential businessmen (para pebisnis yang potensial), yang punya interest (keinginan) untuk berinvestasi di Provinsi Jambi,” terang Zola.
“Memang kita harus ingat bahwa saat ini perekonomian dunia sedang turun, oleh sebab itu usahanya mesti lebih besar, bagaimana meyakinkan para pemegang saham ini, pemgbang dana ini, untuk yakin melakukan investasi di Jambi. Mohon doanya, ini kerja keras kita semua, saya upayakan, butuh waktu dan butuh kerja keras. Kita harus membuka pembicaraan masalah bisnis kedepannya,” tutur Zola.
Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Anil menyatakan,”Seperti yang telah dijelaskan oleh Bapak Gubernur Jambi, sudah sangat jelas dan tepat, Singapura ingin bekerjasama erat denga seluruh provinsi se Indonesia, termasuk dan secara khusus Provinsi Jambi, provinsi tetangga. Kami telah menawarkan berbagai keahlian dan pengalaman dalam berbagai hal, termasuk port management (manajeman pelabuhan), juga dalam peluang investasi, agar komunitas bisnis kedua pihak bisa bekerjasama,” ujar Anil.
“Juga salah satu isu penting bagi masyarakat Jambi dan Singapura adalah permasalahan kebakaran hutan dan lahan. Saya katakan, seperti sudut pandang gubernur, We must do everything possible (kita harus melakukan segala sesuatu yang mungkin dilakukan), untuk memastikan sehingga kita tidak melihat lagi kondisi seperti tahun lalu untuk tahun ini dan tahun-tahun mendatang,” lanjut Anil.
“Kami harap bisa memulai proses MoU dengan Jambi yang telah kita miliki sebelumnya, selama masa kepemimpinan orangtua gubernur ketika dia menjabat sebagai gubernur. Kami harap kami lanjutkan dengan MoU proses, kami bisa membagikan sebagian keahlian dan pengalaman kami untuk bekerjasama untuk memastikan bahwa Jambi merupakan contoh yang baik untuk daerah lain di Indonesia berkaitan dengan penanggulangan kebakaran lahan dan hutan,” jelas Anil.
Anil mengemukakan, meskipun tawaran kerjasama tidak hanya untuk Provinsi Jambi, tapi akan memulainya dengan Provinsi Jambi, dan kertika berhasil, kemudian mereka berharap bisa diulanngi dengan provinsi lain.
Ketika ditanyakan mengenai nilai uang yang akan diinvestasikan di Jambi, Anil menjawab,”Sekarang kita tidak sedang berbicara tentang uang, prioritas pertama kita adalah untuk mendiskusikan, apa keahlian dan pengalaman yang bisa kami bagikan. Untuk itu, kami telah mengundang Bapak Gubernur Jambi, untuk datang bersama dengan delegasi ke Singapura, untuk berbicara dengan business community, dan juga untuk melihat pengalaman dan keahlian yang bisa kami bagikan,” pungkas Anil.
(hms)
