Zumi Zola Tinjau Pembangunan Pasar Angsoduo Baru
Inilahjambi, JAMBI – Gubernur Jambi, Zumi Zola meninjau pembangunan Pasar Angso Duo (baru), yang sampai saat ini belum juga rampung dilaksanakan kontraktor pelaksana PT Era Guna Bumi Nusa (EGBN).
“Kalau melihat rencananya bagus. Tetapi ada teknis yang harus dikaji, masalah persediaan bajanya, baja ini harus pesan khusus dari Jakarta, dan waktu deadline yang sudah disepakati dari awal apakah ini mencukupi atau tidak. Oleh sebab itu, sebelum memutuskan ini diperpanjang atau tidak, saya minta BPKP untuk turun, sudah seminggu lebih yang lalu saya minta untuk diprioritaskan pemeriksaan, agar Pemerintah Provinsi Jambi bisa mengambil keputusan yang tepat. Saya rasa juga sekarang sudah banyak reaksi-reaksi dari para pedagang yang sudah dijanjikan untuk menempati ini,”jelas Zola kepada sejumlah awak media, usai melakukan peninjauan, Minggu 20 Maret 2016.
Pertimbangan untuk melanjutkan atau tidak pembangunan Pasar Angso Duo, dari BPKP. BPKP akan mempelajari dari awal, mulai dari perencanaan sampai perjanjian-perjanjian, semuanya akan dipelajari, apakah sesuai atau tidak.
“Kami berpegang pada apa rekomendasi dari BPKP. Saya harap pemeriksaan BPKP segera selesai, dan saya memang minta ini yang diprioritaskan karena sudah mendekati deadline. Ini pasti diminta untuk diperpanjang. Sebelum memutuskan itu, saya butuh kajian hukumnya dulu, Deadlinenya 9 April. Saya minta juga dukungan dari BPKP agar bisa cepat selesai karena setelah itu kami harus kaji lagi dengan instansi terkait sebelum menutuskan,” harap Gubernur.
Dia juga minta para subkontraktor untuk benar-benar memperhatikan pekerjaannya, termasuk pembayaran gaji tenaga kerjanya serta jaminan keselamatan kerja.
“Mereka dan keluarganya kan juga mau makan, tolong diperhatikan itu, jadi jalan juga, biar sama-sama enak. Jadi, harus diperhatikan hak dan kewajibannya untuk semua pihak,” tegas Zola.
Sementara itu, masalah pedagang-pedagang yang akan mendapat tempat berdagang, pihaknya perlu daftar dari Dinas Pasar Kota Jambi. Ada tercatat 3.000 lebih pedagang, tetapi sampai hari ini dari Dinas Pasar Kota Jambi melaporkan baru terdaftar 30%. Dari 3.000 lebih baru 30%, sedangkan bangunan ini mengacu pada berapa jumlah pedagangnya.
“Mohon, Dinas Pasar Kota Jambi untuk menginformasikan segera kepada kami. Jangan sampai nanti ada pedagang yang tidak dapat. Kalau yang saya tanyakan tadi, justru kekuatirannya banyak yang tidak ambil, masih sisa tempatnya. Yang jadi masalah kalau ada yang tidak dapat, ini yang harus kita persiapkan.”
“Saya sangat mendukung, Pak Walikota (Jambi) juga sangat memperhatikan PKL. PKL semua sudah oke, tinggal pedagang-pedagangnya ini, seperti tadi kita lihat, pedagang sayur sendiri, pedagang ikan sendiri, pedagang daging sendiri. Itu bagus sekali, tinggal masalah waktu dan teknis, seperti pengiriman barang, sebelumnya, untuk mengirim baja saja butuh waktu sampai satu tahun,”singgung Zola.
Dalam peninjauan tersebut, gubernur didampingi oleh perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jambi, Kepala Biro Administrasi Pembangunan dan Kerjasama, dan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Jambi.
(Olivia Admira/Humas)
