Begini Sepak Terjang PT Belimbing Sriwijaya yang Bangun Gedung Bazda Rp20 M Selama 2 Tahun

Inilahjambi, KOTA JAMBI – Gedung Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) Provinsi Jambi yang dibangun dari APBD oleh rekanan Pemerintah Provinsi Jambi, sudah menelan duit hingga Rp22,5 Miliar.

Duit sebanyak itu dianggarkan bertahap sebanyak 3 kali sejak 2014 lalu. Celakanya, meski sudah menelan biaya sangat mahal, gedung itu belum dapat digunakan juga.

Pembangunan Tahap I dan II gedung tersebut dilakukan oleh PT Belimbing Sriwijaya. Tahap pertama tahun 2014 dianggarkan sebesar Rp15 Miliar. Tahun 2015 dianggarkan kembali dengan pagu sebesar Rp5 Miliar.

Tahap III tahun 2016 pembangunan kembali dianggarkan dengan pagu sebesar Rp2.5 Miliar dan dimenangkan oleh CV. BEEBOO corp.

Inilahjambi mencoba menelusuri keberadaan PT Belimbing Sriwijaya yang mengerjakan proyek awal Gedung Bazda. Dalam laman panspages yang mencantumkan daftar alamat lengkap bersama peta melalui google maps, diketahui PT Belimbing Sriwijaya berlokasi di Jalan Kapten Dirham.

Jalan Kapten Dirham terdapat di Kawasan Jelutung, Kelurahan Pall Lima. Jalan Utama yang menghubungkan Jalan Kapten Dirham adalah Jalan Pangeran Hidayat.

Inilahjambi mencoba menghubungi nomor kantor PT Belimbing Sriwijaya, namun telepon kantor bernada sibuk. Beberapa kali panggilan diulang, namun tetap tidak terhubung. Belum diketahui pemilik perusahaan yang tampaknya bergerak dibanyak bidang ini.

Selain Gedung Bazda, PT Belimbing Sriwijaya juga acap mengerjakan proyek-proyek pemerintah dengan nilai milyaran rupiah. Bukan hanya di Kota Jambi, perusahaan ini juga mengerjakan proyek sampai ke kabupaten dan provinsi tetangga (Sumatera Selatan).

Berita terkait:

Di Kabupaten Tebo, PT Belimbing Sriwijaya pernah mengerjakan proyek pengaspalan terminal senilai Rp3 miliar.

Di Tanjung Jabung Timur, perusahaan ini juga mengerjakan Pembangunan Infrastruktur Air Minum Zona II senilai Rp6 miliar.

Di Merangin, PT ini juga menggarap Pembangunan Prasarana Pengendalian Banjir Sungai Batang Tantan yang didanai APBN melalui Kementerian Pekerjaan Umum. Nilai proyek mencapai Rp14 miliar.

Tahun 2016 ini, perusahaan ini akan mengerjakan proyek-proyek kakap, diantaranya pembangunan GOR di Merangin APBD 2016 senilai Rp20 Milira.

Lihat juga:

Belimbing Sriwijaya juga memenangkan tender Pembangunan Pasar Talang Banjar dari APBD Kota Jambi senilai Rp17 miliar. Kemudian proyek biaya kontruksi fisik Pasar Rakyat Talang Banjar dari APBN senilai Rp6,7 miliar.

Nama PT Belimbing Sriwijaya mencuat setelah banyak aktivis menyorot pembangunan Gedung Bazda Provinsi Jambi yang tak kunjung selesai pengerjaannya.

Belakangan, aktivis Angkatan Muda Thareqad Islam (AMTI) Tajri Dannur menggelar unjuk rasa terkait pembangunan gedung tersebut. Tajri Dannur mempertanyakan besarnya biaya pengerjaan gedung tersebut.

Dalam unjuk rasa pada Senin 25 April 2016, di Kajati Jambi, aksi Tajri Dannur dihalangi oleh sekelompok orang yang mengaku sebagai orang suruhan perusahaan. Belum jelas benar perusahaan mana, sebab ada dua perusahaan yang terlibat dalam pengerjaan gedung Bazda ini, yakni PT Belimbing Sriwijaya dan CV. BEEBOO corp.

Selain melakukan penghalangan, orang-orang ini juga merusak properti unjuk rasa dan mengancam, serta melakukan kekerasan verbal terhadap Memed alias Tajri Dannur.

Senin sore, Memed resmi melaporkan perbuatan orang-orang dengan topi seragam itu ke Polresta Jambi.

“Saya sudah laporkan perbuatan itu ke Polresta Jambi, dengan beberapa pasal,” kata Memed kepada Inilahjambi, Senin.

Dijelaskan dia, pasal yang disangkakan terhadap terlapor adalah Pasal 335 tentang perbuatan tidak menyenangkan dan 406 KUHP tentang pengrusakan barang.

Klik:

 

 

 

 

(Nurul Fahmy)

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Cantumkan link berita ini bila Anda mengutip seluruh atau sebagian isi berita. Laporkan keluhan dan apresisasi Anda terkait konten kami ke email:inilahjambi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

SOROTAN