Sun. Jun 16th, 2019

Sekali Mentas Seniman Dibayar Rp50 Ribu, Fasha: Kalau Merasa Kekecilan Tak Usah Tampil…

Inilahjambi, KOTA JAMBI – Honorarium para pengisi acara pentas seni di Taman Remaja Kota Jambi saban minggu hanya berkisar Rp50 ribu untuk sekali pentas. Jika satu kelompok terdiri dari 5 atau sepuluh pemain, maka jumlah keseluruhan honor (istilah camat uang transport) paling tinggi yang dikeluarkan pihak camat hanya Rp500 ribu.

Sementara itu, anggaran administrasi, kebersihan, sound sistem dan lainnya mencapai belasan juta.

“Sound sistemnya Rp10 juta sekali manggung. Itu termasuk lampu, panggung dan sebagainya. Ada lagi uang kebersihan dan administrasi. Kalau uang transport kami berikan Rp50 ribu,” kata Fahmi pekan pertama April 2017.

Salah seorang pelaku pentas (anak band) yang dikonfirmasi inilahjambi, mengaku dia tidak dibayar untuk mentas disana. Bagi dia, pentas itu merupakan hobi dan kesenangannya. Meski tidak dibayar, dia puas dapat bermain di pangguung itu. “Tak dibayar tak apa juga,” singkatnya.

Berita terkait:

Seniman lain yang dikonfirmasi justru mengaku mendapat honor Rp400 ribu saat mementaskan kesenian tradisi. “Saya diberi Rp400 ribu, entahlah yang lain,” ujarnya.

Walikota Jambi Syarif Fasha mengatakan, besaran uang transport untuk para pelaku di pentas itu merupakan masukan dari para camat.

“Itukan dana usulan dari camat. Jadi tidak bisa ditambah jadi Rp75 ribu. Bukan berarti camat kami memotong. Kalau camat memotong, saya jewer kupingnya. Jadi kalau seniman merasa kekecilan, ya tidak usah tampil. Kita nonton Dul Muluk saja terus. Atau Supik lancip saja terus,” ujarnya, pekan keempat April 2017.

Diketahui, anggaran untuk satu kali pertunjukkan berkisar Rp25-30 juta dari total Rp2,2 milyar yang dialokasikan tahun 2017 untuk proyek seni ini.

 

 

 

 

(Nurul Fahmy)

Sudah dibagikan