Sel. Des 18th, 2018

Tingkatkan Kompetensi SDM, Disbudpar Gelar Studi Tur Pemandu Wisata Umum

Peserta best Practice Dinas Pariwisata Provinsi Jambi/ist

Inilahjambi – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi menggelar kegiatan ‘best practice’ pemandu wisata umum atau studi tur untuk para pemandu wisata umum di Provinsi Jambi.

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 4 hari sejak tanggal 16 -20 November 2018 dengan kota tujuan Malang dengan sejumlah destinasi yang ada di sana.

BACA JUGADisbudpar Jambi: Studi Banding Pemandu Dorong Pelaku Wisata Berinovasi

Menurut Kepala Bidang Destinasi Disbudpar, Heri Suroso, kegiatan ini penting dilakukan untuk mengupgrade atau meningkatkan kompetensi para pemandu wisata umum di Jambi.

“Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kompetensi para pemandu wisata umum di Jambi akan semakin membaik,” kata Heri Suroso, 16 November 2018.

Dijelaskan Heri, untuk pemandu umum yang diikutkan dalam kegiatan ini berjumlah sebanyak 10 orang yang berasal dari Kerinci, Merangin, Kota Jambi dan Muarojambi.

“Ada 10 orang pemandu wisata yang kita bawa untuk mengujungi berbagai destinasi di Malang. Mereka sebenarnya para pemandu yang sudah berpenglaman, namun harus tetap ditingkatkan komptensinya, karena dunia pariwisata terus berkembang,” lanjut Heri lagi.

LIHAT BERITA: Pegiat Wisata Jambi Harap TNKS Contoh Pengelolaan TNBT Semeru

Dipaparkan Kasi Kerjasama Industri Pariwisata Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Provinsi Jambi, Alfajri Ramadhan, pemilihan Kabupaten Malang sebagai tujuan studi tur karena bentang alam yang luas dan lengkap.

Menurut dia, bentang alam Kabupaten Malang dengan sejumlah destinasi unggulan, seperti gunung, candi dan lainnya dapat dipelajari sekaligus oleh para peserta.

“Makanya peserta yang kami undang ini adalah pegiat wisata Gunung Kerinci dan Kompleks Candi Muaro Jambi. Disana mereka dapat belajar dari pengelolaan Gunung Bromo dan pengelolaan candi Singosari sekaligus. Ditambah destinasi lainnya seperti Museum Angkut di Kota Batu yang tidak jauh letaknya dari Kota Malang,” kata Fajri.

Update usai kegiatan

Salah satu peserta best practise yang ikut dalam kegiatan ini, Rico Mapadenceng, mengatakan bahwa kegiatan best practice ini sangat bermanfaat bagi mereka, sebab dapat menemukan hal-hal baru dalam cara pendang mereka terhadap pariwisata.

“Kegiatan ini memberi kesempatan kepada saya untuk menimba ilmu, menambah wawasan. Kami pulang membawa segudang ide dan gagasan baru untuk Pariwisata Jambi yang lebih baik dan berkembang,” katanya, usai kegitan melalui grup Whatsapp best Practice.

 

 

Sudah dibagikan