21 Tahun Jualan, Bubur Kacang Hijau Mbah Madun di Muarabulian ini Rasanya Tetap Maknyus

Penjual bubur kacang hijau, Mbah Madun/Ade Ambon

Inilah Jambi

Inilah Jambi

21 Tahun Jualan, Bubur Kacang Hijau Mbah Madun di Muarabulian ini Rasanya Tetap Maknyus


Inilah Jambi – Di kawasan Muarabulian sekitarnya, siapa yang tak kenal dan merasakan nikmatnya bubur kacang hijau ketan hitam Jemadun, atau yang lebih dikenal dengan panggilan Mbah Madun .

Mulai dari anak sekolah sampai orang dewasa, sepertinya sudah mencicipi makanan sehat ala Nusantara yang diracik tanpa bahan pemanis buatan, olahan dari pria berumur 70 tahun kelahiran Ketawang Rejo, Kabupaten Purwerejo Jateng ini.

Kepada Inilahjambi, Minggu 16 September 2018, sosok yang beristrikan Ngadirah (62) dan mempunyai 5 orang anak yang semuanya sudah berkeluarga, memulai pekerjaan sebagai pembuat sekaligus penjual bubur ini, sejak 1997 silam.

“Saya jualan bubur dari tahun 1997 dulu. Jualan pakai gerobak mini yang ditaruh di atas motor. Waktu itu sering mangkal di depan RS Hamba, maupun masuk gang keluar gang,” kata Jemadun.

Namun, dikarenakan penyakit tulang yang diderita pria yang pernah menjadi buruh pabrik dan penyadap karet ini, akhirnya berusaha mencari tempat untuk menggelar dagangannya secara menetap.

“Sejak 2010, saya akhirnya berjualan di Jalan Sultan Thaha, tepatnya di areal kosong samping taman. Saya jualan sejak pukul 09.00 WIB pagi dengan harga semangkok sekarang Rp. 6000” ucap Jamadun.

Sejak menetap jualan bubur di jalur dua menuju Pendopo Bupati ini, Jemadun menghabiskan bahan dasar seperti kacang hijau 3 kilo, beras ketan hitam 1 kilo serta gula dan santan.

“Sekarang hanya mampu jualan dengan bahan dasar kacang hijau 3 kilo dan beras ketan hitam 1 kilo. Biasanya jam 12.00 WIB siang sudah habis,” ungkapnya lagi.

Ketika ditanyakan tentang untung yang didapat dari jualan bubur ini, Jemadun.mengatakan cukuplah untuk hidup berdua istrinya.

“Cukuplah Mas. Dapat untung 90 ribu sehari. Bisa untuk menyambung hidup,” terangnya.

Bubur kacang hijau ketan hitam Jemadun, memang nikmat. Di samping rasanya enak, murah, ketika mencicipi, rasa teduh dan sejuk terasa karena duduk di bawah rindangnya pohon Lansano. Wartawan Inilahjambi sering makan bubur Mbah Madun ini.

(Ade Ambon)


Fachrori: Kuliner Khas Jambi Perlu Dikembangkan

Inilah Jambi – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jambi, Dr.Drs.H. Fachrori Umar,M.Hum, mengemukakan, kuliner khas Jambi perlu dikembangkan.
Hal itu disampaikan Fachrori saat menghadiri Grand Opening Outlet Sang Pisang bersama Kaesang Pangarep, di Jalan Kolonel Abunjani Nomor 39, RT 21 Kelurahan Selamat, Kecamatan Telanaipura, Tugu Juang Kota Jambi, kemarin, Sabtu 5 Mei 2018 sore.
Grand Opening ditandai dengan penguntingan pita dan pelepasan balon ke udara oleh Plt. Gubernur Jambi.
“Pemerintah Provinsi Jambi sangat mendukung adanya pengusaha muda yang ingin berinvestasi di Jambi, seperti Gerai Sang Pisang ini, yang merupakan gerai yang ke-19 di Indonesia,” ujar Fachrori baca selengkapnya 
Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Berikan informasi ini sebagai inspirasi dan insight ke sesama.
SOROTAN