Zola: Menciptakan Budaya Literasi Merupakan Tantangan dan Tanggung Jawab Bersama
Inilahjambi, KOTA JAMBI – Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli mengakui, peningkatan minat baca masyarakat tidak dapat ditumpukan pada satu golongan atau kelompok saja.
Meningkatkan minta baca masyarakat, lanjut Zola, merupakan tanggung jawab bersama.
Pernyataan itu disampaikan Zumi Zola dalam Seminar Nasional Kesastraan di Hotel Novita Jambi, Selasa 26 Juli 2016.
Hadir dalam kegiatan itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Prof. Dr.Dadang Sunendar,M.Hum, Kepala Kantor Bahasa Jambi Syaiful Bahri Lubis,MM.
Dikatakan Zola, salah satu bentuk kerjasama dalam meningkatkan minat baca masyarakat yakni kegiatan seminar kesastraan ini.
Kegiatan tersebut, lanjut Zola, merupakan upaya menggali dan mengembangkan potensi dalam berapresiasi sastra. Dari sana tercipta budaya literasi yang cermat dan kritis.
Baca juga;
- Gubernur Jambi Buka Seminar Nasional Kesastraan dan Lantik Pengurus Hiski
- Pendaftaran Seminar Sastra di Kantor Bahasa Jambi Masih Dibuka Hingga 20 Juli
“Meningkatkan minat baca masyarakat memang menjadi tantangan bersama. Dibutuhkan program dan inovasi dari pemerintah dan seluruh pihak terkait agar masyarakat dapat merasakan bahwa membaca merupakan sesuatu yang sangat menyenangkan,” kata Zola.
Dengan membaca, urainya, akan membantu keterampilan berpikir dan memperoleh informasi. Pemerintah akan terus mendukung seluruh kegiatan yang meningkatkan budaya literasi.
“Karena secanggih apapun pertumbuhan teknologi tidak bisa menghilangkan budaya membaca” ujar Gubernur.
Dijelaskan Gubernur bahwa budaya membaca harus dimulai sejak usia dini dan dapat dilakukan pada tingkat sekolah dasar.
“Dari usia muda anak-anak harus sudah dibiasakan untuk membaca, ketika dari kecil mereka sudah terbiasa membaca maka ketika mereka duduk di tingkat SMP,SMA pasti mereka akan suka membaca. Di sekolah-sekolah harus dikembangkan danperpustakaan harus diaktifkan, jangan sampai buku menjadi berdebu karena tidak pernah dibaca,” katanya.
Kepala Kantor Bahasa Jambi Syaiful Bahri Lubis, menyatakan literasi atau biasa disebut kegiatan membaca dan menulis, dapat meningkatkan kemampuan berpikir dan meningkatkan kepekaan terhadap fenomena kehidupan di lingkungan sosial budaya yang ada di sekitarnya.
“Selain itu, dapat menumbuhkan kehalusan budi pekerti dan menguatkan karakter bangsa. Oleh karena itu, kemampuan membaca dan menulis itu harus terus diasah dan dikembangkan, kemampuan literasi ini juga adalah kemampuan untuk memahami sesuatu karena membaca informasi yang tepat dan melakukan pemahaman terhadap isi bacaanm,” ujarnya.
(Zalman Irwandi)
