Order Pembunuh Bayaran Rp2,5 Miliar, Ini Identitas RJ, Pengusaha Tambang Jambi itu…

Inilahjambi – Kepolisian Sumatera Utara berhasil menangkap kompolotan pembunuh seorang pengusaha reparasi senjata angin (airsoftgun), Kuna. Sejumlah pembunuh telah ditembak mati polisi. Sementara otak pembunuhan sekaligus penyewa komplotan berdarah dingin ini, berhasil ditangkap di Jambi.

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, menyebut inisial otak pembunuh ini adalah RJ, seorang pengusaha tambang. RJ ditangkap di Jambi pada Minggu 22 Januari 2017 sekira pukul 13.30 WIB.

Siapa RJ (45), pengorder komplotan pembunuh bayaran yang memberi perintah untuk menghabisi nyawa Indra Gunawan alias Kuna (45) dengan bayaran Rp 2,5 miliar?

Salah seorang kerabat korban menduga RJ merupakan pengusaha tambang yang juga ketua organisasi keagamaan di Sumatera Utara.

“RJ saya duga Raja, dia memang tinggal di Jambi, jadi memang kasus ini terkait dengan kritikan korban terhadap pengurusan RJ sebagai pengurus organisasi keagamaaan di Sumut,” ujarnya kepada wartawan dilansir Medansatu.com, Minggu 22 Januari 2017.

Menurut Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho RJ memiliki dendam pribadi karena sakit hati dengan kata-kata korban. “Motifnya ada dendam pribadi,” kata Sandi.

“(RJ) sudah dua kali melakukan pemesanan pembunuhan terhadap korban, kita akan terus ungkap apakah ada kasus lain yang terus dikerjakan kelompok ini, hari ini (kemarin) seluruh rumah tersangka dipolice line atas kejadian ini. Ini sungguh kejadian yang luar biasa. Pembunuh bayaran ini yang mengganggu dan membuat takut masyarakat Medan dan seluruh Sumatera Utara, saya akan tindak tegas ya,” tandasnya.

Berita terkait:

Sebelumnya diberitakan, dua dari 7 pembunuh bayaran yang menembak mati Kuna ditembak mati polisi karena melawan dan menyerang petugas saat akan diamankan. Keduanya adalah Rawindra alias Rawi (40) dan Awaluddin alias Putra (31).

Sedangkan pelaku yang ditembak kakinya, Jo Hendal alias Zen (41), M Muslim (30) dan Wahyudi alias Culun (32). Sementara, Chandra alias Ayen (38) dan Jon Marwan Lubis alias Ucok (62), ditangkap tanpa perlawanan. “Pelaku tewas karena saat ditangkap melakukan perlawanan,” katanya.

Kuna sendiri ditembak mati para pelaku pada Rabu 18 Januari 2017 saat akan membuka tokonya di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat. Ia ditembak mati di depan istrinya.

 
(Muhammad Ikhlas)

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Cantumkan link berita ini bila Anda mengutip seluruh atau sebagian isi berita. Laporkan keluhan dan apresisasi Anda terkait konten kami ke email:inilahjambi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

SOROTAN