Pendiri Lion Air: Rp5 Juta untuk Keluarga Korban
Logo inilahjambi
Pendiri Lion Air: Rp5 Juta untuk Keluarga Korban
- CVR Lion Air Ditemukan Terkubur 20 Cm di Dalam Lumpur
- Ribuan Anak Ayam Bantuan Pemerintah Mati di Penerbangan Lion Air, Manajemen Lepas Tangan..
- Lima Istri Salah Satu Korban Jatuhnya Lion Air Saling Klaim Duit Asuransi Rp1,3 Miliar
Inilah Jambi — Jatuhnya Lion Air JT-610 di perairan Tanjung Karawang, menjadi tragedi kelam bagi Tanah Air.
Tragedi tersebut pun jelas meninggalkan luka mendalam, utamanya bagi keluarga korban.
Pediri Lion Group Rusdi Kirana langsung menemui keluarga korban di Crisis Center Hotel Ibis Cawang, Jakarta Timur, Selasa (30/10/2018).
Rusdi memastikan, pihaknya akan memberikan pelayanan terbaik kepada ratusan keluarga para penumpang yang sampai saat ini belum jelas nasibnya.
Di ruangan Crisis Center tersebut, Rusdi pun langsung menggelar pertemuan tertutup singkat sekitar 15 menit.
Kepada awak media, Rusdi yang saat ini menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Malaysia itu menyampaikan turut berduka cita atas tragedi tersebut.
Pria yang pernah menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden itu pun berjanji akan memberikan uang saku kepada masing-masing keluarga korban.
Selain itu, dirinya juga berjanji akan memberikan santunan kepada keluarga.
Masing-masing korban, lanjutnya, akan mendapatkan santunan sebesar Rp25 juta.
“Rp25 juta untuk penguburan. Ini di luar asuransi para korban.
Pemberian ini semata-mata untuk mengganti biaya keperluan korban,” jelasnya.
Selain pemberian fasilitas uang saku, Rusdi juga telah menugaskan 120 orang staf Lion Air untuk melayani kebutuhan makan-minum dan keperluan lain selama berada di Ibis Hotel.
“Satu orang staf mendampingi satu keluarga korban. Sebagai upaya memberikan pelayanan terbaik selama ada di sini (Hotel Ibis),” kata Rusdi.
Terpisah, manajemen perusahaan menegaskan tak akan lari dari tanggungjawab.
Dia berjanji akan memenuhi seluruh hak penumpang maupun keluarga korban.
Demikian disampaikan Direktur Operasional Lion Air, Daniel Putut Kuncoro Hadi di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (30/10/2018) malam.
“Kami siap bertanggung jawab,” katanya.
