Atas Dasar Kesengajaan, JNP Tersangka Ujaran Kebencian, Terancam 6 Tahun Penjara

Inilah Jambi

Inilah Jambi

Bagikan:

Atas Dasar Kesengajaan, JNP Tersangka Ujaran Kebencian, Terancam 6 Tahun Penjara


Inilah Jambi –  Pemilik akun Facebook JNP yang melakukan penistaan agama melalui media sosial, saat ini 27 Maret 2017, telah berada di Markas Polisi Daerah (Polda) Jambi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dalam Konferensi Pers bersama awak Media, bertempat di Gedung Polda Jambi, Rabu, 27 Maret 2018. Wakapolda Jambi, Kombes Pol Ahmad Haydar menjelaskan saat ini pelaku masih dalam pemeriksaan lebih lanjut di Polda Jambi.

Kombes Pol Ahmat Haydar mengatakan pelaku memposting ujaran kebencian agama, tepatnya selasa, siang pukul 13.30 kemarin  dari team Cyber memonitor telah  melakukan survey terhadap tersangka.

Wakapolda mengungkapakan atas  motif kesengajaan, Pelaku dikenakan Pasal 45 A ayat 2 Junto pasal 28 ayat 2 Undang-undang RI no 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang RI no 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dengan ancaman hukuman 6 tahun Penjara.

Untuk diketahui, Pelaku  JNP merupakan Mahasiswa Semester 6 yang sedang Menimba Ilmu di Universitas Jambi (Unja), Fakultas Ekonomi. Yang sebelumnya telah  menghebohkan Masyarakat Jambi  dengan kalimat-kalimat ujaran Kebencian di Media Sosial.

(Yudi)

Baca juga:

 


Ayah Jose Korban Pembunuhan, Ibu: Sejak itu Dia Temperamental


Inilah Jambi – Jose Naldy Pakpahan (JNP) tersangka penistaan agama yang sempat bikin heboh Jambi pekan lalu ternyata memiliki trauma masa lalu. Ayahnya, merupakan korban pembunuhan orang tidak dikenal pada 2015 lalu.

Menurut orang tua perempuan Jose, Asri Nainggolan, tubuh sang ayah ditemukan bersimbah darah di kebun karet di Pauh, Kabupaten Sarolangun 19 Maret 2015 silam. Saat itu Jose masih duduk di kelas 3 SMA.

“Dia menjadi tempramental sejak saat itu. Apalagi kasus pembunuhan itu sampai sekarang belum terungkap pelakunya,” ujar Asri, Jumat 30 Maret 2018 dikutip dari serujambi. com.

Jose, sebut Asri, sangat dekat ayahnya dibanding 3 saudara lainnya. Sehingga dia terlihat paling terpukul dengan kematian ayahnya yang tidak wajar tersebut. Hingga kini, pelaku pembunuh ayahnya belum menunjukkan titik terang.

“Waktu ayahnya mau dikubur dia sampai mau lompat ke dalam lobang kubur,” ujar Asri sambil menangis.

Sebelum itu, sambung Asri, Jose anak yang sangat periang dan bergaul pun rata-rata dengan umat muslim. Karena mayoritas desanya di Samaran Pauh, Sarolangun adalah muslim baca selengkapnya 

Bagikan:
SOROTAN