Begini Kesaksian Warga Terhadap Aksi Densus 88 Saat Intai Terduga Teroris di Kota Jambi

Inilahjambi, JAMBI – Aksi penangkapan oleh enam orang anggota Detasemen Khusus 88 Mabes Polri yang dipimpin Kombes Pol Ketut masih menjadi buah bibir di masyarakat setempat.

Kedatangan pasukan khusus dengan pakaian lengkap serta dilengkapi senjata api laras panjang itu membuat sebagian warga bergidik.

Salah seorang tokoh pemuda setempat, Ardi, menceritakan pengamatannya. Menurut dia, anggota Densus 88 telah dua hari mengamati gerak gerik terduga teroris sebelum beraksi pada senja itu.

“Anggotanya menggunakan mobil jenis Kijang Inova. Tengoklah bang mobilnya masih kotor berlumpur menutupi warna hitamnya,” ujarnya, Selasa 30 Mei 2017.

Selanjutnya, Ardi menceritakan awal mulanya terduga teroris diringkus petugas Densus 88.

Saat itu, Senin sore terduga teroris yang diketahui berinisial M melakukan sholat Ashar di Mesjid Al Munawaroh, di RT 20 Perumahan Aurduri.

Seperti biasa, M mengerjakan sholat berjamaah di Masjid dekat kawasan Pasar Aurduri tersebut. Namun tanpa disadarinya ada dua anggota polisi sudah sejak awal berada di dalam masjid.

Usai melaksanakan sholat Ashar itulah petugas berseragam menghampiri dan mengamankannya tanpa ada perlawanan.

“Saat itu, usai berdoa sholat Ashar, datang petugas berpakaian lengkap dengan memegang senjata api menghampirinya dan mengamankan seorang pria. Dak ada perlawanan saat ditangkap bang,” ungkap Ardi.

Oleh petugas, M dibawa ke dalam mobil petugas menuju ke kediamannya yang berjarak sekitar 2 km dari masjid.

Sesampainya di rumah kontrakannya tersebut, M tidak terlihat turun dari mobil petugas. Hanya petugas Densus 88 yang turun mengetuk pintu.

“Awalnya, pintu tidak dibuka bang. Kemudian pintu sempat dibuka sedikit. Mungkin yang di dalam rumah mengetahui ada polisi terus menutup kembali,” tuturnya.

Hal ini membuat petugas mendobrak pintu rumah yang selanjutnya petugas membawa seorang wanita digiring masuk ke dalam mobil petugas.

Selanjutnya, keenam anggota Densus 88 yang dipimpin Kombes Pol Ketut dibantu sejumlah anggota Polda dan Polresta Jambi membawa kedua orang tersebut ke Polda Jambi usai magrib.

“Orang yang dibawa petugas sudah sekitar empat bulan tinggal disini. Keduanya tidak pernah bergaul dengan warga setempat. Pokoknya tertutuplah bang. Kerjanya sebagai service laptop bang. Cuma tempat baikinya jauh masuk ke dalam lorong,” kata Ardi.

 

 

 

 

(Azhari)

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Berikan informasi ini sebagai inspirasi dan insight ke sesama.
SOROTAN