Belasan Ribu Hektare Sawah di Merangin Kering, Program PAJALE Terancam Gagal

Inilahjambi, MERANGIN – Belasan ribu hektare sawah di Kabupaten Merangin tidak bisa ditanami karena kemarau berkepanjangan. Akibatnya, program penanaman padi, jagung dan kedela (PEJALE) tidak bisa berjalan.

Persoalan ini diungkap Kepala dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultural ( PTPH), Kabupaten Merangi, Rumusdar.

Menurut dia, program Pajale saat ini macet sejak Juli lalu karena kemarau. Sawah mengering, begitu juga dengan kedelai dan jagung tidak berhasil tumbuh karena tidak ada air.

“Sejauh ini Pajale hanya bisa terealisasi sekitar 50 persen lantaran faktor alam, kemarau panjang yang berimbas pada kekeringan. Itu lah menjadi salah satu penyebab utama tidak maksimalnya program unggulan tersebut,” kata Rumusdar, Senin 2 November 2015.

Diakuinya, secara teknis program tersebut tidak ada kendala, sebab pihaknya sudah siap tanam. Namun faktor alam tidak dapat mereka atasi, yakni kemarau panjang.

Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan, Pargito, membenarkan kondisi tersebut. Dia mengatakan, dampak dari kemarau panjang saat ini, belasan ribu hektare sawah di Merangin tidak bisa ditanami.

Dari target Maksimal sebanyak 23.589 hektare, hanya terealisasi sebanyak 11.301 hektar, selebihnya dinyatakan gagal.

Bahkan dari 11.301 hektare itu, sebanyak 1.818 hektarenya mengalami kerusakan akibat kemarau.

“Total kerusakan rinciannya adalah 810 hektare rusak ringan, 886 hektar rusak berat dan 122 hektar puso. Jadi hasil panen padi tahun ini tidak maksimal,” ungkapnya.

Dikatakan Pargito, tidak hanya padi sawah yang gagal tapi komuditi jagung juga mengalami penurunan.

Bayangkan, kata dia, dari target sebanyak 1.166 hektare, yang terealisasi sudah mencapai 1.324 hektare, namun 295 hektarenya mengalami kerusakan.

“Hasil tanaman jagung juga tidak maksimal. 295 hektare mengalami kerusakan, 87 hektare rusak sedang, 169 hektare rusak berat dan 39 hektare puso,” ucapnya.

“Kedelai juga tidak maksimal, dari target 500 hektare dapat terealisasi 420 hektare. 40 hektare rusak sedang, 20 hektare rusak berat dan 20 hektar puso,” tambah Pargito.

Lebih jauh Pargito menyebutkan, jika pada November ini tidak juga turun hujan, maka dapat dipastikan program Pajale di Kabupaten Merangin untuk tahun 2015 terancam gagal.

“Ini bisa gagal, namun demikian program tersebut akan kita lanjutkan tahun 2016,” tutupnya.

 
(Kil)

Bagikan
HOT NEWS