Berencana Pensiun Menulis Buku, Ini Cita-cita Andrea Hirata Selanjutnya….

Inilahjambi – Anda penggemar Andrea Hirata?. Ya…tampaknya Anda harus bersiap untuk tidak lagi menanti karya baru dari sang putra Belitong di toko buku.

Andrea mengungkapkan keinginannya untuk rehat dari dunia penulisan saat mengunjungi kantor redaksi CNNIndonesia.com, Rabu 16 Agustus lalu.

Andrea baru saja merilis buku bertajuk Sirkus Pohon.

Setelah menerbitkan buku ke-10 yang akan disusul dua buku lain itu, Andrea berencana untuk tidak lagi menulis.

“Saya berpikir setop dulu, saya ingin istirahat dulu. Berarti karya ke-10 ini boleh disebut pamungkas,” kata Andrea seperti dikutip dalam CNNIndonesia.com.

Ia merasa Sirkus Pohon telah berhasil menjawab hasratnya yang sudah lama terpendam sebagai seorang penulis. Buku itu sendiri akan dijadikan trilogi. Andrea sudah menuntaskan dua buku lain, tinggal menunggu jadwal rilis dari penerbitnya, Bentang Pustaka.

“Buku ini memberi kesan bahwa saya pensiun setelah menulis ini enggak apa-apa, dan saya berniat untuk pensiun dari industri buku,” tuturnya lagi.

Lantas apa yang akan dilakukan penulis buku laris Laskar Pelangi itu setelah pensiun?

“Saya ingin melakukan hal lain secara dramatis, saya terpikir untuk menjadi petani,” ujar Andrea seraya tertawa.

Andrea berencana menetap di kampung halamannya, Belitung. Di sana, ia ingin mencoba berbagai hal, salah satunya menjadi petani.
Penulis Ayah itu ingin tahu bagaimana rasanya menjadi petani di kampung tambang timah.

Selain itu, Andrea juga ingin lebih banyak mengeksplorasi sisi musikalitasnya.
Dia bermimpi ingin menjadi pemimpin sebuah orkes Melayu.

Andrea mengaku sudah mempersiapkan keperluan orkes yang akan menjadi garapannya tersebut mulai dari pemain, alat musik, hingga lagu yang bakal dimainkan.
“Ini cita-cita saya pulang nanti. Saya sudah kumpulin pemainnya, saya sudah beli-beli gitar, saya sudah latihan ngumpulin berpuluh-puluh lagu Melayu,” tutur Andrea.

Andrea juga berminat membuat film dengan menjadi sutradara. Beberapa waktu lalu, Andrea mengakui, ia sudah mendapat tawaran menjadi sutradara. Namun ia terpaksa menolaknya karena waktu yang selalu terbentur dengan kesibukannya menulis.

Nama Andrea Hirata melejit pada 2005 saat ia merilis Laskar Pelangi. Itu buku pertamanya, tapi sudah langsung memikat banyak orang. Perjuangan tokoh utama Ikal dan sembilan anak lain dari Belitong untuk pendidikan, membuat miris sekaligus menginspirasi.

Buku itu berhasil meraih beragam kesuksesan, hingga diterjemahkan ke 40 bahasa.

Sejak itu Andrea produktif menulis buku lain, terutama setelah tetraloginya tuntas. Buku lainnya yang tidak berhubungan dengan Laskar Pelangi termasuk Padang Bulan & Cinta di Dalam Gelas, serta Ayah. Sirkus Pohon menjadi buku ke-10 Andrea yang rilis di pasaran.

Andrea menuturkan, ia sebenarnya masih punya belasan naskah, namun tidak diterbitkan.

 

 

(Sumber: cnnindonesia.com)

HOT NEWS