Beri Dana untuk Cegah Kebakaran di Lahan Gambut, Dubes Inggris Malah Kunjungi Kebun Karet di Nes

Dubes Inggris, Moazam Malik, saat mengunjungi Desa Bunuan, RT 16, Kecamatan Jaluko, Kabupaten Muarojambi, Senin 13 Maret 2017/Foto: Nurul Fahmy

Inilahjambi, KOTA JAMBI – Duta Besar Kerajaan Inggris untuk Indonesia, Moazam Malik, mengunjungi Jambi, pada Senin 13 Maret 2017. Kedatangan Dubes beragama Islam itu dalam rangka peluncuran perda dan pergub karhutla yang baru diterbitkan Pemerintah Provinsi Jambi.

Usai menghadiri kegiatan itu di Hotel Swis Bell, Jambi, Moazam Malik, turun ke lokasi bekas kebakaran lahan di Desa Bunuan, RT 16, Kecamatan Jaluko, Kabupaten Muarojambi.

Kunjungan itu guna berdialog dengan warga terdampak dan memastikan target kucuran dana yang diberikan Pemerintah Inggris untuk pencegahan kebakaran di lahan gambut sesuai dengan misi pencegahan perubahan iklim dunia.

Inilahjambi yang turut serta dalam rombongan Dubes, Senin itu, sempat menanyakan kepada salah satu staff di ICCTF, mengapa Dubes justru mengujungi Desa Bunuan di Nes, yang notabene areal HPL kebut karet dan sawit. Bukan ke Tanjung Jabung Timur, wilayah gambut yang menjadi sumber asap di Jambi saat kebakaran lahan tahun 2015 lalu.

“Saya kurang tahu juga. Kegiatan di Jambi ini dikoordinasikan oleh konsorsium LSM yang menerima dana dari ICCTF, yakni Pak Jaya dari YLBHL,” katanya.

Baca juga:

Sumber inilahjambi lainnya menyebutkan, pihak ICCTF dan konsorsium sengaja mengarahkan Dubes Inggris ke wilayah Nes, karena mereka belum melakukan koordinasi dengan pemda setempat yang menjadi kawasan target restorasi gambut, yakni Tanjung Jabung Timur.

Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Lingkungan, Jaya Nofyandri, yang dikonfirmasi inilahjambi, mengakui bahwa wilayah yang dikunjungi dubes tersebut bukan wilayah kerja mereka dan juga bukan wilayah gambut, sesuai proposal yang mereka ajukan.

“Memang bukan kawasan Gambut. Tapi karena Pak Dubes tidak memiliki waktu banyak di Jambi, sementara dia ingin memantau kondisi korban, makanya kami arahkan ke sana saja,” ujar jaya, melalui sambungan telepon.

Diakui Jaya, pihak ICCTF dan Dubes Inggris sendiri, mengetahui wilayah yang dikunjungi Senin itu bukan kawasan Gambut.

“Pak Dubes tahu, wilayah itu bukan wilayah gambut, tapi dia ingin berdialog dan bertanya dengan warga terdampak. Jadi kami arahkan ke sana. Kawasan itu pernah terjadi kebakaran lahan tahun 2015 lalu,” ujar Jaya lagi.

Diterangkan Jaya, sesuai proposal yang mereka ajukan untuk pencegahan kebakaran lahan di Jambi ke ICCTF, ada 6 desa yang akan menjadi sasaran kerja mereka. Semuanya berada di Tanjung Jabung Timur.

“Ada 6 desa di Tanjab Timur ini. Kegiatannya sosialisasi ke sekolah dan petani. Dananya mencapai Rp4 Miliar,” pungkas Jaya.

 

 

 

 

 

(Nurul Fahmy)

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Cantumkan link berita ini bila Anda mengutip seluruh atau sebagian isi berita. Laporkan keluhan dan apresisasi Anda terkait konten kami ke email:inilahjambi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

SOROTAN