Sat. Oct 19th, 2019

Car Free Day di Kota Jambi Diliburkan, YLKI: Masyarakat Tahu Siapa yang Pro Rakyat….

Ketua YLKI Jambi Ibnu Khaldun/net

Inilahjambi – Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Jambi Ibnu Khaldun, mengatakan, masyarakat saat ini sudah dapat menilai sikap Pemerintah Kota Jambi, apakah pro rakyat atau tidak.

Meski tidak menuding, namun peliburan kegiatan Car Free Day di kawasan Tugu Keris pada Minggu 13 Januari 2019 yang bertepatan dengan rencana aksi YLKI menghimpun petisi menolak kenaikan tarif PDAM, dianggap bagian dari upaya pelemahan rencana aksi.

Baca juga: Car Free Day Diliburkan, Aksi Tolak Kenaikan Tarif PDAM di Kota Jambi Tetap Jalan

“Tapi kegiatan ini akan terus jalan. Kami tidak akan terpengaruh dengan diliburkannya CFD ini. Masyarakat yang akan menilai sendiri, Pemerintah Kota Jambi pro ke siapa,: kata Ibnu, Sabtu.

Menurut dia, masyarakat Kota Jambi yang merasa terbebani dengan mahalnya tarif PDAM, akan datang dan menyetujui aksi penolakan itu.

“Kami yakin masyarakat yang peduli dan merasa terbebani dengan mahalnya tarif air akan tetap datang. Tidak ada persoalan dengan Car Free Day. Itu adalah area publik yang bisa digunakan untuk umum, ” kata Ibnu Khaldun lagi.

Baca lagi: Tarif Air PDAM Kota Jambi Naik 100 Persen, YLKI Himpun Petisi Penolakan di Tugu Keris

Sebelumnya Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Moncar, mengatakan, CFD diliburkan karena sedang ada kegiatan pemeliharaan Tugu Keris Siginjai dan Taman di Kawasan Pedesterian Jomblo.

“Sejak Jumat ini hingga beberapa hari ke depan Dinas PU-PR melakukan kegiatan pemeliharaan di Tugu Keris dan beberapa kawasan di Pedesterian Jomblo, kata Moncar.

Menurut dia,  akan ada konsentrasi pekerja dan beberapa peralatan PU-PR yang dikhawatirkan akan mengganggu kegiatan CFD dan kenyamanan pengunjung.

 

 

 

Sudah dibagikan