Data “Aspal” Mobil Dinas BH 16 Milik Asisten III Pemprov Jambi

Foto: Mobil dinas Asisten III Setda Provinsi Jambi jenis Nissan X Trail (bawah) dan Nissan Terano

Inilahjambi – Pemerintah Provinsi Jambi akan melelang sejumlah kendaraan dinas. Salah satunya adalah kendaraan merek Nissan Terano warna hitam dengan nomor polisi BH 16 keluaran tahun 2004.

Anehnya, berdasarkan data Samsat Jambi diketahui bahwa mobil dengan plat BH 16 itu bukan Nissan Terano melainkan Mitsubishi Galant ST MT (New Galant) buatan tahun 2000.

Keanehan kembali terjadi saat inilahjambi mengecek fisik kendaraan dinas BH 16. Mobil yang menggunakan plat nomor tersebut bukan Terano, bukan Galant tapi Nissan X Trail.

Mobil warna perak (silver) ini diketahui juga pernah dikendarai oleh bekas Asisten III Bidang Administrasi/Umum, Saifuddin, yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK pada akhir November 2017 silam.

Berita terkait:

Nissan Terano BH 16 Hilang dari Daftar Lelang Kendaraan Dinas Pemprov Jambi

 

Kepala UPTD Samsat Jambi, Makruf, mengakui ada kesalahan aplikasi Samsat saat ini. Sehingga data kendaraan banyak yang tidak valid alias “aspal” atau asli tapi palsu.

“Selain itu bisa jadi ada kesalahan teknis saat input data. Tapi kami akui aplikasi Samsat online saat ini memang sedang bermasalah,” kata Makruf via telepon seluler, Rabu malam 18 April 2018.

Menurut dia, kesalahan data juga bisa jadi karena saat penggantian jenis mobil oleh pejabat (khusus kendaraan dinas), tidak langsung dibaliknamakan. Sehingga data lama tidak terbarui dalam aplikasi Samsat.

“Ini masalahnya berkait-kait. Sistemnya juga berkait. Kalau data Samsat milik Pemprov sudah salah. Maka data Samsat pada pihak kepolisian juga bisa salah. Karena data mereka juga mengacu ke Samsat pemerintah,” ujar Makruf lagi.

Terkait mobil dinas BH 16, menurut Makruf, diduga sama kasusnya dengan masalah penggantian plat mobil tanpa melakukan balik nama langsung. Sehingga data lama yang ada di Samsat tidak terbarui.

“Saya tahu mobil BH 16 itu sekarang Nissan X Trail. Mungkin dinas terkait belum membaliknamakan mobil tersebut sehingga data lama yang muncul,” terangnya.

Banyak Plat Mobil Pejabat “Aspal”

Diakui Makruf, saat ini memang banyak mobil dinas khususnya yang tidak memiliki data valid. Banyak pengguna mobil milik pemerintah mengganti-ganti plat nomor polisi tanpa memberitahukan kepada pihak terkait. Sehingga banyak data yang tidak sesuai dengan aslinya.

Menyikapi soal itu, Makruf mengimbau agar para pejabat pengguna kendaraan dinas agar segera memperbarui data kendaraan yang mereka gunakan apabila jenisnya berubah. Dia meminta agar kendaraan segera dibaliknamakan.

“Persoalan ini juga terkait dengan data pajak kendaraan. Jadi sebaiknya segera dibaliknamakan kendaraan dinas yang digunakan ” kata Makruf lagi.

Khusus untuk masyarakat umum, lanjut Makruf, apabila terdapat kesalahan data di dalam aplikasi Samsat online, maka diharapkan segera melapor ke Samsat.

“Kami juga minta kepada masyarakat apabila menemukan ketidakcocokan data. Maka segera datang ke Samsat untuk segera diperbaiki datanya. Sembari kami memperbaiki aplikasi ini,” pungkasnya.

 

 

(Nurul Fahmy)

Bagikan
HOT NEWS