Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Baganpete Kota Jambi

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Baganpete Kota Jambi


Inilah Jambi – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 antiteror di Jambi, Minggu, menangkap dua orang terduga anggota jaringan teroris. Dua orang tersebut yakni Ms warga kota Jambi dan Pa alias Y warga Payakumbuh, Sumatera Barat.

Hasil pantauan di rumah Ms  di RT01, Kelurahan Bagan Pete, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, hanya ada SM istri Ms bersama tiga anaknya, setelah suaminya bersama Pa alias Y ditangkap Tim Densus 88 sekitar pukul 10.45 WIB.

“Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri bersama personil Polda Jambi mengamankan terduga jaringan teroris yang berada di lingkungan ini,” kata Ketua RT 01, Kelurahan Bagan Pete, Gomuk Tua Ritonga SH, di Jambi Minggu malam.

Tim Densus 88 dan anggota Polda saat melakukan penggeledahan sekitar pukul 10.30 WIB mengamankan sejumlah barang bukti dari Y yang ada di dalam kamar rumah Ms. Penggeledahan tersebut disaksikan Gomuk Tua Ritonga selaku Ketua RT.

Baca juga:

“Saya lihat barang bukti yang di bawa polisi ada hand phone, pisau, buku tabungan termasuk ATM dan ada fotokopi penarikan uang, serta ada empat buah buku tentang agama Islam,” katanya.

Ketua RT 01 itu juga mengatakan terduga teroris berinisial Y tinggal di rumah Ms sudah hampir dua minggu. Namun dirinya belum menerima laporan dari Ms pemilik rumah terkait Y yang tinggal di rumahnya tersebut.

“Dia belum melapor ke Ketua RT dan pemilik rumah juga tidak melapor,” kata Gomuk Tua.

Sementara itu SM (42) istri dari Ms saat dikonfirmasi di rumahnya mengatakan, hubungan suaminya dengan terduga teroris Y tersebut merupakan teman lama. Mereka kenal sejak masih bujangan dulu, karena mereka sama-sama pernah bekerja di pabrik roti di Lampung.

“Saya tahu insialnya Pa tetapi pas ditangkap tadi inisialnya kata Polisi Y dan berasal dari Payakumbuh Sumatera Barat. Dia tinggal di rumah saya sudah hampir dua minggu. Katanya mau buka usaha roti,” kata SM.

Selama Y menumpang di rumahnya, SN mengaku tidak menemukan hal mencurigakan. Y yang taat agama juga sering membantu suaminya membuat roti.

“Tidak ada yang mencurigakan. Setiap hari dia membantu suami saya bekerja membuat roti di rumah. Pak Y ini juga taat agama dan sering ngaji di dalam kamar,” kata kata SM.

SM mengatakan, suaminya ditangkap polisi bersama Y di jalan saat hendak membeli tiket pak Y yang rencana pulang ke kampung halamannya.

“Saya tidak tahu ditangkap di mana, karena tadi pagi ngomongnya mau ke luar rumah untuk beli tiket. Tiba-tiba polisi datang ke rumah melakukan penggeledahan,” kata SM.

 

Sumber: Antara

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

HOT NEWS