Di Dusun Plangki Mestong Tak Ada Listrik: “Kami Terpaksa Pakai Genset 5 Jam Sehari”

Inilahjambi, MESTONG – Warga Dusun Plangki, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muarojambi, harus memakai genset (diesel) untuk menerangi rumah-rumah mereka, termasuk menghidupkan segala peralatan listrik mereka.

Meski biayanya jauh lebih mahal, tapi warga yang berjarak hanya 50 kilomter dari ibukota Provinsi Jambi ini, merasa tidak punya pilihan lain. Mereka harus tetap mendapat listrik, sebab banyak keperluan yang harus terhubung dengan listrik.

“Cuma 5 jam sehari kami bisa nikmati listrik dari diesel (genset). Hidupkan pukul 19.00 sampai 23.00. Barang itu kami beli sendiri. Meski biaya minyaknya mahal, terpaksalah,” kata salah satu warga Dusun Plangki, kepada inilahjambi, Minggu 1 November 2015.

Sebelum ada diesel, mereka hanya mengunakan penerangan dari lampu minyak. Kondisi itu berjalan puluhan tahun, dan sampai kini masih ada keluarga yang pakai minyak, karena tidak mampu membeli solar sebagai bahan bakar diesel, kata warga tersebut.

Sebelumnya, Kepala Desa Sungai Landai Mestong, Hanafik, mengaku telah bosan dan jenuh mengajukan pemohonan aliran listrik ke desa mereka ke Pemkab Muaro, melalui kecamatan.

“Kami sudah bosan mengajukan proposal untuk perbaikan jalan dan listrik desa ke Pemkab melalui kecamatan, sebab lah bertahun-tahun ditunggu, hingga kini tetap tidak ada hasil,” ujar Hanafik, Sabtu 31 Oktober 2015 di kediamannya.

Baca juga:

Camat Mestong, Kabupaten Muarojambi, Budy, mengaku telah menyampaikan persoalan itu ke Pemerintah Kabupaten Muarojambi, melalui Bagian Ekonomi Setda Muarojambi.

“Kami telah melaporkan hal ini ke Bagian Ekonomi Pemkab Muarojambi,” kata Budy.

Namun menurutnya, jauhnya jarak Dusun Plangki dengan gardu listrik terdekat membuat warga belum dapat menikmati aliran listrik hingga sekarang.

“Jarak dusun dengan gardu listrik terdekat mencapai 5 kilometer, letaknya di Sungai Landai. Jarak itu cukup jauh. Itulah yang jadi persoalan sampai sekarang,” kata Budy lagi.

Warga setempat mengaku sangat berharap dusun mereka dialiri listrik. Karena belakangan ini, biaya untuk listrik mereka jadi tambah mahal, karena mahalnya harga BBM untuk menhidupkan diesel mereka.

“Kapan dusun kami dialiri listrik, selama ini kami memakai diesel untuk penerangan dan memakan biaya minyak yang besar. Dalam kondisi yang serba mahal ini, kami berharap pemerintah akan ngerti dengan masalah kami disini ” ungkap warga dusun.
(Zalman Irwandi)

Bagikan
HOT NEWS