Dulu Enak-Enakan, Tajir, Sejak Ketangkap KPK Karena Korupsi, PNS Ini Selalu Pingin Bunuh Diri…

Inilahjambi, JAKARTA – Rohadi PNS Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) terbilang tajir. Dia punya rumah sakit, 17 mobil, proyek real estate, kapal hingga water park. Namun, sejak ditangkap KPK, Rohadi mengaku sangat depresi dan beberapa kali hendak mau bunuh diri.

Rohadi selalu tidak pernah menghabiskan jatah makanannya karena sangat shock.

“Selain mau bunuh diri, ia sangat depresi. Nggak enak makan, makan sehari cuma bisa dua sendok,” kata kuasa hukum Rohadi, Alamsyah Hanafiah, Selasa 6 September 2016.

Rohadi ditangkap KPK saat menerima segepok uang dari pengacara Berthanatalia. Uang itu rencananya akan dikirim ke majelis hakim yang menangani perkara Saipul Jamil. Sebab, ada perjanjian terlarang antara Rohadi dengan Bertha dkk selaku tim kuasa hukum Saipul Jamil yaitu bisa mengatur vonis artis dangdut itu.

“Dia benar-benar putus asa. Tidak boleh bertemu dengan keluarga (setiap hari). Khawatir anak dan istrinya akan ikut dijadikan tersangka,” ujar Alamsyah menceritakan kegalauan kliennya.

Kekhawatiran Rohadi bukannya tanpa alasan. Sebab ia kini dibidik dengan pasal pencucian uang. Dengan pasal itu, maka siapa pun yang menerima aliran dana dari Rohadi bisa berpotensi menjadi tersangka.

“Siapa yang tidak ketar-ketir ditahan KPK. Kalau boleh, klien saya memohon ditahan di rutan lain, seperti Rutan Salemba,” kata Alamsyah menyampaikan keluhan kliennya.

Rohadi kini dibidik tiga sangkaan yaitu menerima suap, menerima gratifikasi dan melakukan tindak pidana pencucian uang. Untuk sangkaan menerima suap di kasus Saipul Jamil sudah memasuki sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta.

“Pertama kali dia bertemu saya, dia menangis. Dia mengaku tenang bisa bertemu saya. Saya kenal dia sudah lama, sejak tahun 90-an di PN Jakut. Dia saat itu masih jadi tukang antar surat panggilan sidang perdata,” cerita Alamsyah.

 

 

 
(Olivia Admira)    

Bagikan
HOT NEWS