Film Buya Hamka Ide MUI, 3 Tahun Garap Naskah

Banner Movie. Inilah Jambi

Banner Movie. Inilah Jambi

Bagikan:

Film Buya Hamka Ide MUI, 3 Tahun Garap Naskah


Inilah JambiFilm Buya Hamka akan segera rilis di bioskop di Indonesia. Direncanakan Film Buya Hamka ini akan tayang tahun 2021 ini setelah menjalani produksi sejak April 2020 lalu.

Dibalik produksi film ini ada peran besar Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Muhammadiyah, tempat Buya Hamka berorganisasi. Ide pembuatan film Buya Hamka pertama kali digagas oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 2014 saat Din Syamsuddin menjabat sebagai Ketua MUI.

Setelah menyampaikan ide ke publik, Majelis Ulama Indonesia kemudian bertemu dengan keluarga Buya Hamka dan menyampaikan rencana pembuatan film tersebu.

Ditulis di Wikipedia, MUI berperan sebagai pemilik ide, merencanakan, membentuk tim, mencari produser yang layak, mencari sponsor, investor, dan sutradara.

Pada 4 November 2014, Din menawarkan kepada Chand Parwez, produser Starvision untuk membuat film tentang Buya Hamka.

Merespons tawaran MUI, Chand Parwez menghadiri pertemuan di Kantor MUI. Pada 6 Januari 2015, MUI dan Starvision menandatangani nota kesepahaman.

Chand Parwiz mengatakan untuk pemilihan judul maupun kru film, Star Vision akan berdiskusi dengan MUI sebagai penasihat pembuatan film. Menurutnya, ini merupakan film Indonesia pertama di mana rumah produksinya bekerja sama dengan MUI.

Chand mempercayakan penulisan naskah pada Alim Sudio. Ia dikenal sebagai penulis naskah untuk Surga yang Tak Dirindukan, Ayat-ayat Cinta 2, dan Guru Ngaji.

Baca juga:

Diceritakan Chand, pengerjaan naskah harus direvisi berkali-kali karena dirasa belum pas. Naskah Buya Hamka menghabiskan waktu penggarapan selama tiga tahun dengan total 12 rancangan naskah.

Alim Sudio mengatakan, masa tersebut merupakan proses terlama dirinya membuat skenario film. Dalam naskah yang ia tulis, Alim merangkum kecintaan Hamka “yang amat sangat besar terhadap Indonesia, terhadap Islam, terhadap keluarga, dan terhadap kemanusiaan”.

Pada 2016, keluarga Hamka telah menandatangani dan menyerahkan surat kuasa untuk membuat film Buya Hamka. Pada 17 November 2016, putra Hamka, Afif menyerahkan surat kuasa dari keluarga kepada MUI.

Dalam pemberitaan Media Indonesia pada September 2018, proses pengerjaan film disebutkan sudah menyelesaikan tahap penulisan skenario dan pemilihan para pemain.

Sebagai sutradara, dipercayakan kepada Fajar Bustomi, yang sukses menggarap Dilan 1990 dan sekuelnya Dilan 1991. Fajar ikut melakoni riset mengenai Hamka, termasuk hal mendetail mengenai cara bicara almarhum dengan keluarga.

Walaupun tidak pernah berjumpa langsung dengan Hamka semasa hidupnya, ia merasa dekat karena membaca karya-karyanya.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

SOROTAN