Sun. Aug 25th, 2019

Ribuan Warga Turun ke Jalan Usir 1.117 Anggota Gafatar di Kalimantan Barat

Inilahjambi, JAKARTA – Ribuan warga di Mempawah, Kalbar turun ke jalan. Mereka bergerak hendak ke perkampungan anggota Gafatar di Desa Moton dan Desa Pasir. Warga ingin mengusir orang-orang yang disebut sebagai anggota Gafatar.

Polisi bertindak cepat. Sejak Senin 18 Januari 2016 anggota Gafatar segera diamankan. Bersama Pemkab Memawah dan TNI, evakuasi dilakukan Polda Kalbar.

“Awalnya warga yang anggota Gafatar memilih bertahan di kamp mereka,” jelas Kapolda Kalbar Brigjen Arief Sulistyanto, Rabu 20 Januari 2016.

Arief yang berada di Jakarta untuk acara kedinasan bersama presiden dan rapat di Mabes Polri, pada Senin itu segera berkoordinasi dengan Polres Mempawah. Kondisi pada Senin malam semakin memanas.

“Saya dapat laporan warga masyarakat sudah memakai ikat kepala, ini kalau di sana sudah bahaya,” terang dia.

Arief meminta izin kepada Kapolri Jenderal Badrodin Haiti untuk segera ke Kalbar. Selasa Arief pulang ke Kalbar. Siang dia sampai di Pontianak dan langsung bergerak ke Mempawah ke Desa Moton.

“Warga bergerak ke Moton. Sepanjang jalan warga sudah banyak berkerumun,” tutur Arief menceritakan.

Di kamp Desa Moton ada sekitar 900-an anggota Gafatar termasuk anak-anak. Awalnya mereka memilih bertahan karena salah satu pimpinan mereka meminta bertahan. Arief menuturkan, pihak kepolisian dan Pemkab Mempawah kemudian menjelaskan situasinya. Ada ribuan warga sudah merapat. Polda Kalbar sendiri sudah menerjunkan ratusan personel Brimob agar tidak terjadi sesuatu.

“Akhirnya anggota Gafatar itu bersedia dievakuasi. Diangkut dengan pengawalan ketat,” jelas dia.

Arief kemudian memeriksa tiap gubuk yang dibangun dari bambu di kamp milik Gafatar itu. Lokasi sudah bersih dari warga. Ada juga ternak milik mereka yang kemudian diamankan ke Polres Mempawah.

“Setelah semuanya selesai evakuasi, buat kami yang penting semua selamat, tiba-tiba ada warga yang membakar gubuk-gubuk yang sudah kosong itu,” urai Arief.

Selain itu juga warga bergerak ke perkampungan Gafatar yang lainnya di Desa Pasir. Arief juga bergegas ke lokasi. Desa itu ditempuh dengan kendaraan 1 jam dari Desa Moton, kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki 2,5 Km dengan medan jalan berlumpur.

“Ada 327 anggota Gafatar di sini termasuk anak-anak, kami segera evakuasi dan mereka semua menurut,” urai Arief.

Pasukan Brimob mengawal evakuasi ini. Termasuk yang dievakuasi juga ternak dan kendaraan anggota Gafatar. Setelah semuanya selesai, Arief memeriksa kamp itu dan memastikan tak ada yang tertinggal.

“Setelah itu saya memberi pengarahan kepada warga, kalau gubuk itu bisa dimanfaatkan oleh warga,” imbuh dia.

Tapi rupanya, ada warga yang di ujung tetap membakar gubuk-gubuk itu. “Yang utama ratusan warga sudah dievakuasi,” imbuhnya.

Setelah itu Arief membawa sekitar 1.117 orang ke markas TNI. Pangdam Tanjungpura Mayjen Agung Risdihanto mengizinkan agar markas TNI menjadi lokasi penampungan sementara warga anggota Gafatar ini.

“Untuk bantuan makanan dan lainnya itu diatur pemerintah provinsi, saat ini situasi kondusif,” tutup dia.

 

 
(Olivia Admira)

Sudah dibagikan