Gagal Seleksi Masuk Pol PP, Puluhan Orang Datangi Kantor Bupati Merangin

Inilahjambi, MERANGIN – Sebanyak 86 orang yang gagal dalam seleksi tahap II sebagai tenaga kontrak di Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Merangin, mendatangi kantor sekretaris daerah setempat guna mempertanyakan nasib mereka, pada Kamis 29 OKtober 2015.

Mereka meminta agar Bupati Merangin tetap mempertahankan mereka sebagai tenaga kontrak di satuan penegak perda itu, sebab mereka merasa telah lulus seleksi awal.

Namun Bupati Merangin Al Haris menilai, kedatangan puluhan orang ini telah mengingkari hasil audiensi bersama yang pernah mereka lakukan bersama.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Merangin Al Haris secara tegas menyebutkan Pemerintah Kabupaten Merangin tidak bisa diintervensi oleh pihak luar dalam mengambil kebijakan terkait dengan kelulusan tahap awal rekrutmen Pol-PP Kabupaten Merangin.

“Pemerintah tidak bisa diintervensi. Kemarin kita sudah bertemu dan kita bicarakan, dan kemarin sudah sepakat, apa kalian tidak percaya dengan saya,” ungkap Bupati dengan nada tegas.

Al Haris juga menyebut dirinya tetap komitmen dengan apa yang menjadi landasan dirinya untuk berbicara kepada khalayak ramai, dan menjadi patokan dan tidak mungkin untuk tidak diindahkan.

“Apa yang saya bicarakan selalu saya pertanggungjawabkan, kalau saya bilang A ya A,” tegasnya lagi.

Lebih lanjut Bupati juga menyebutkan bahwa dirinya tetap akan memikirkan nasib sejumlah anggota Pol-PP yang kemarin gugur pada seleksi tahap kedua dan lolos pada tahap pertama dalam seleksi Pol-PP beberapa waktu yang lalu.

“Landasan saya adalah Inspektorat, dan hasil seleksi tahap pertama dinilai cacat hukum, makanya kita buka kembali seleksi tahap kedua, namun yang lolos pada tahap pertama tetap akan saya pikirkan,” jelasnya.

Ditanyakan apakah 86 calon anggota Pol-PP yang lolos dalam tahapan seleksi tahap pertama dan tidak lolos dalam seleksi tahapan kedua akan tetap menjadi tenaga kontrak, Bupati mengatakan akan tetap mencari solusi terbaik untuk para calon praja tersebut.

“Yang jelas akan kita cari solusinya yang tidak merugikan mereka,” singkatnya.

 

 

(Kil)

Bagikan
HOT NEWS