Isu Suap ‘Pansus Disclaimer’ DPRD Kota Jambi Mencuat, Dukungan Dicabut Jelang Lebaran

Inilahjambi, KOTA JAMBI –  Masih ingat rencana pembentukan panitia khusus DPRD Kota Jambi untuk menindaklanjuti Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI Perwakilan Provinsi Jambi Mei lalu? Nasib pansus itu kini tidak jelas ujungnya.

Padahal, Ketua DPRD Kota Jambi M Nasir pada 22 Juni lalu menyatakan, pansus akan dibentuk usai Lebaran Idul Fitri 6 Juli 2016 kemarin. Sayangnya hingga kini, belum ada kepastian kapan akan dibentuk panitia khusus itu.

Sumber di DPRD Kota Jambi menyebutkan, beberapa fraksi dari 6 fraksi yang semula mendukung pembentukan panitia khusus ini menarik dukungan, baik secara lisan maupun tertulis. Penarikan ini terjadi jelang Lebaran 6 Juli kemarin.

“Ada yang menarik, ada yang mencabut dan ada yang tidak menyatakan (dukungan) sama sekali sejak awal, seperti Gerindra dan Golkar. Sejumlah fraksi yang semula setuju membentuk pansus, bahkan melampirkan surat penarikan anggota berdasarkan rekomendasi partai,” papar sumber inilahjambi.com, Kamis 21 Juli 2016.

Menurut sumber ini lagi, dari penarikan dukungan pembentukan pansus ini tercium keras aroma suap alias gratifikasi yang dilakukan pihak eksekutif kepada legislatif.

“Bahkan Ketua Partai diduga ikut terlibat dalam suap/gratifikasi ini. Gratifikasi diterima langsung oleh ketua partai dan mengalir ke anggota fraksi,” paparnya.

Selanjutnya, siapa yang memberikan gratifikasi, dan apa maksudnya?

 

Boleh baca ini dulu:

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Cantumkan link berita ini bila Anda mengutip seluruh atau sebagian isi berita. Laporkan keluhan dan apresisasi Anda terkait konten kami ke email:inilahjambi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

SOROTAN