Isu Suap ‘Pansus Disclaimer’ DPRD Kota Jambi Mencuat, Dukungan Dicabut Jelang Lebaran
Sumber inilahjambi menyatakan, ada pertemuan yang terjadi antara Walikota Jambi dan sejumlah anggota DPRD pada bulan puasa lalu. Dalam pertemuan itu ada pembicaraan soal tidak perlunya DPRD membentuk pansus untuk mengusut dan menindaklanjuti laporan BPK RI.
“Kemudian jelang Lebaran lalu mendadak, sejumlah fraksi menarik nama-nama anggotanya untuk pembentukan pansus ini. Bisa jadi ada gratifikasi jelang Lebaran itu,” ujarnya.
Ketua DPRD Kota Jambi M Nasir yang dikonfirmasi membenarkan sejumlah fraksi menarik nama-nama anggotanya dalam rencana pembentukan pansus.
Menurut dia, semula hanya dua fraksi yang tidak menyatakan dukungan atas pembentukan pansus. Dua fraksi ini Golkar dan Gerindra. Namun belakangan, jelang Lebaran lalu, tiga fraksi lainnya malah mencabut dukungan dan menarik nama-nama anggotanya.
Saat ditanya adanya isu suap/gratifikasi yang menyebabkan fraksi-fraksi di DPRD menarik dukungan, Nasir tidak berkomentar dengan jelas. Dia hanya mengatakan, silahkan dinilai dan dibuktikan sendiri.
“Silahkan nilai sendiri, dan silahkan dibuktikan kalau ada isu seperti itu. Ada apa ini, penarikan dilakukan tatkala bulan puasa dan jelang Lebaran?,” tukasnya, Kamis 21 Juli 2016 di Gedung DPRD Kota Jambi.
Selanjutnya: Seberapa penting pansus?
